KUNINGAN – Tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari ibu. Momen itu menjadi ruang refleksi setiap anak untuk orang yang mengandung dan melahirkannya. Termasuk Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani.
Sosok yang dikenal Amih Tuti ini tak kuasa menahan tangis ketika ditanya sosok ibundanya. Jasa dan perjuangan ibundanya yang sangat besar tak mampu diekspresikan dalam satu atau dua kalimat.
“Penghargaan untuk seorang ibu sepatutnya setiap hari dan sepanjang masa,” tuturnya, dalam podcast yang tayang di youtube Cikalpedia, Senin (22/12/2025).
Air mata mulai mengalir di pipi orang nomor dua di Kuningan, ketika diminta menyampaikan kesan untuk sang ibunda yang kini sudah tidak membersamainya. Patahan kata menceritakan bahwa semasa hidupnya, perjuangan almarhumah ibunda Wabup Tuti disebut luar biasa. Bapaknya kerja di pasar dan ibundanya menyiapkan segala kebutuhan suami dan anak-anaknya
“Mamah adalah seorang ibu yang tak kenal lelah di keluarga. Ia berhasil menjadi seoramg istri dan mendidik 12 anaknya menjadi orang-orang sukses,” tuturnya.
Ketika mengenang sosok perjuangan sang ibu, Tuti selalu mengingatnya dengan masakan karuhun khas sunda. Masakan sederhana itu, menurut Tuti, bukan hanya soal rasa, tetapi sarat dengan nilai kasih sayang, kebersamaan, dan ketulusan seorang ibu dalam melayani keluarganya.
