Setiap aroma dan cita rasa masakan tersebut selalu mengingatkannya pada rumah, kehangatan, serta nasihat-nasihat sang ibu yang hingga kini masih terpatri dalam ingatannya.
“Masakan karuhun yang selalu terkenang. Mamah selalu ngajarin bagaimana saya harus melayani suami ketika sudah berumah tangga. Setinggi apapun kamu harus tetap menjadi pelayan di rumah untuk suami, dan kebetulan suami saya ini makanan favoritnya liwet, jadi sangat teringat momentum kebersamaan dengan mamah,” ujarnya.
Dirinya mengaku banyak belajar dari sosok ibundanya. Mulai melayani suami, hidup sederhana, dan berdiskusi dengan anak-anaknya. Bahkan ketika sang suami mengizinkan untuk turun ke dunia politik pada Pilkada Kuningan, ia pun tak sungkan meminta restu ke anak bungsunya.
“Ketika saya mendapat persetujuan dari suami, kemudian saya minta izin dan restu juga ke anak saya, terutama yang bungsu, saya teringat apa yang disampaikan oleh anak saya bahwa nanti katanya mamah akan lebih cape. Sekarang saya sudah menjadi wakil bupati, apapun konsekuensinya yang terpenting untuk masyarakat Kuningan saya akan terus jalankan,” ujarnya.
Sebagai penutup, Tuti berpesan kepada seluruh kaum ibu di Kabupaten Kuningan untuk memberikan kesan terbaik bagi anak-anaknya. Anak-anak butuh teladan atau contoh kesederhanaan, kegigihan, dan kesabaran seorang ibu untuk bekal hidup di masa yang akan datang. (Icu)
