KUNINGAN – Politisi Gerindra yang juga anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Kuningan, H. Dede Ismail, banyak mengkritik Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani. Di lain sisi, Deis justru menyebut kemungkinan Bupati Dian berlabuh ke Gerindra.

Meski Dian sudah dipastikan menjadi bagian Partai Golkar tetapi bagi Deis hal itu bukan hal mustahil dalam dunia politik. Namun, ia menegaskan, keputusan mengenai siapa yang akan memimpin DPC Gerindra Kuningan sepenuhnya berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.
‎
‎Menurut Deis, penunjukan seseorang dari luar kader partai untuk menduduki posisi strategis di tubuh Gerindra bukan sesuatu yang bisa dipastikan begitu saja. Terlebih, apabila orang tersebut belum tercatat sebagai anggota partai.
‎
‎“Saya kira tidak semudah itu kalau orang di luar kader Gerindra, apalagi belum ber-KTA Gerindra, kecuali ada kebijakan dari DPP. Misalnya, Pak Prabowo menunjuk orang yang duduk di eksekutif, itu berbeda. Semua di politik bisa terjadi,” ungkap Deis, Rabu, (14/10/2026).
‎
‎Ia menilai, dalam politik, berbagai kemungkinan dapat terjadi. Hanya saja, kata dia, munculnya nama Bupati Dian dalam bursa calon Ketua DPC Gerindra Kuningan tidak bisa langsung dianggap sebagai kepastian sebelum ada keputusan resmi dari DPP.
‎
‎Deis juga mengingatkan agar isu pergantian kepemimpinan partai tidak memicu kegaduhan di internal organisasi. Menurutnya, setiap kader maupun figur politik boleh memiliki ambisi dan harapan, tetapi keputusan akhir tetap menjadi kewenangan pimpinan pusat.
‎
‎“Semua orang punya mimpi, semua orang punya ambisi. Tapi ingat, pertama, keputusan ada di tangan DPP Partai Gerindra. Kedua, ada takdir dari Allah SWT,” tuturnya.
‎
‎Ia bahkan mengibaratkan politik tidak bisa dihitung dengan rumus matematika. Menurutnya, konfigurasi politik dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga peluang seseorang untuk menduduki jabatan tertentu tidak bisa dinilai hanya berdasarkan perhitungan yang terlihat saat ini.
‎
‎“Di politik itu tidak ada ilmu matematika. Satu tambah satu sama dengan dua, enggak ada,” ujarnya.
‎
‎Di sisi lain, Deis mengajak seluruh kader Gerindra di Kabupaten Kuningan untuk tetap menjaga kekompakan dan loyalitas siapa pun yang nantinya mendapat mandat sebagai Ketua DPC. Ia mengaku memahami betul perjalanan panjang membangun partai, mulai dari masa perintisan hingga perkembangan perolehan suara dalam sejumlah Pemilu.
‎
‎Deis menyebut pengalamannya merintis partai serta mengikuti pendidikan kader di Hambalang menjadi bekal untuk memahami pentingnya loyalitas dan kepatuhan terhadap keputusan organisasi.
‎
‎Oleh karena itu, ia berharap seluruh kader dapat menerima keputusan DPP dengan lapang dada dan tidak terjebak dalam persaingan internal yang berpotensi memecah belah partai.
‎
‎“Siapa pun nanti yang ditunjuk sebagai Ketua DPC, kita harus loyalitas tanpa batas dan patuh terhadap aturan organisasi,” tegasnya.***