Cikalpedia
”site’s ”site’s
Pemerintahan

Kuningan 2027: Mimpi Besar di Tengah Ledakan Ekonomi

Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar saat memberikan arahan pada agenda Kick Off Meeting.

Sorotan utama jatuh pada angka pertumbuhan ekonomi. Di tengah pemulihan nasional, Kuningan justru mencatat lonjakan tajam. Pada 2023, ekonomi hanya tumbuh di angka 5,25 persen. Namun, pada Kuartal II 2025, angka itu meroket hingga 10,41 persen. Capaian ini menempatkan Kuningan sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Barat pada periode tersebut.

“Ini bukan hanya angka di atas meja. Ini adalah sinyal kuat bahwa mesin ekonomi kita mulai dari UMKM, pertanian, hingga industri kreatif bergerak sangat kencang. Ini dampak nyata dari kerja kolektif kita,” tegas Dian.

Lonjakan ekonomi ini tampaknya bukan pertumbuhan semu. Dian menyandingkannya dengan data penurunan angka kemiskinan yang konsisten. Dari 12,12 persen pada 2023, kini di tahun 2025 angka kemiskinan berhasil ditekan hingga ke level 10,74 persen. “Semakin banyak keluarga yang keluar dari garis kemiskinan dan memiliki harapan baru,” tambahnya.

Meski ekonomi tumbuh pesat, Dian dan kepala Bappeda sepakat bahwa tantangan sesungguhnya adalah memanusiakan pertumbuhan tersebut. Hal ini tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kuningan yang kini sudah masuk kategori “tinggi” di angka 72,31. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pun menunjukkan tren membaik, turun dari 9,49 persen di tahun 2023 menjadi 7,59 persen pada 2025.

Namun, RKPD 2027 dirancang untuk melampaui itu semua. Dengan fokus pada pembangunan sumber daya manusia, Pemkab Kuningan ingin memastikan bahwa lonjakan ekonomi 10 persen tersebut didukung oleh kapasitas masyarakat yang kompetitif. Fokusnya bukan lagi membangun infrastruktur fisik, melainkan investasi besar-besaran pada kualitas manusia agar siap menghadapi perubahan teknologi yang masif di tahun 2027 nanti.

Dian menutup arahannya dengan pesan keras, RKPD 2027 tidak boleh menjadi jembatan kosong. “Harus ada korelasi konkret antara visi jangka menengah daerah dengan program nyata di lapangan. Kita ingin Kuningan benar-benar melesat, bukan sekadar slogan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Polres Kuningan Pastikan MBG Higienis, Siswa SMPN 1 Antusias

Di balik riuh tepuk tangan peserta rapat, beban berat kini berada di pundak Bappeda. Mereka harus meramu euforia pertumbuhan ekonomi 10 persen ini menjadi kebijakan strategis yang tahan banting untuk dua tahun mendatang. Di tengah musim perencanaan ini, publik Kuningan hanya bisa berharap bahwa “SDM Unggul” yang dijanjikan bukan frasa puitis dalam dokumen negara. (ali)

Related posts

Kuningan Gelar Simulasi Gempa, Kentongan Jadi Alarm Bencana

Cikal

Waspada! Game Roblox Diduga Jadi Pintu Masuk Rekrutmen Teroris

Ceng Pandi

Telur Retak Jadi Rebutan! Harga Melonjak, Warga Kuningan Putar Otak

Cikal

Leave a Comment