Hal senada disampaikan Dr. Dodi menyoroti minimnya pelibatan perguruan tinggi oleh Pemkab Kuningan. Ia menyebut potensi akademisi muda, para doktor, dan sumber daya riset kampus tidak teroptimalkan.
“Kami punya SDM dan semangat, tapi tidak diberi ruang untuk kontribusi. Padahal penelitian adalah bagian dari tridarma perguruan tinggi. Riset sosial seperti indeks toleransi atau kajian kemiskinan bisa kami lakukan, asal dilibatkan,” ujar Dodi.
Sementara itu, Endun Abdul Haq dari Kabumi Rurasa Edukasi menyoroti pentingnya pembangunan terfokus untuk memperbaiki data makro daerah seperti IPM (Indeks Pembangunan Manusia), IKM, dan angka kemiskinan. “Fokus ke sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Itu kunci perbaikan indikator secara sistematis,” kata Endun.
Diskusi yang berlangsung hampir tiga jam itu berjalan intens dan penuh antusiasme. Tanya jawab antara audiens dan narasumber mengalir tanpa jeda menandakan betapa urgennya pembahasan tentang kualitas dan keterbukaan data di Kuningan. (ali)
