Di partai final, permainan berjalan ketat sejak awal. Keduanya berusaha keras menekan Ciamis dengan variasi pukulan tajam dan serangan beruntun. Namun, tim lawan tampil lebih konsisten dan mampu memanfaatkan beberapa kesalahan sendiri dari pasangan Kuningan. Set pertama berakhir 21–15 untuk Ciamis, dan set kedua, Kuningan akhirnya menyerah 21–16.
Meski gagal meraih emas, raihan medali perak ini tetap menjadi pencapaian membanggakan. Tim manajer yang terdiri dari dr. Deki Saepulloh, Deniawan, Guruh Irawan Zulkarnaen, dan Wawan Setiawan menyampaikan apresiasi tinggi atas perjuangan para atlet.
“Firmansyah dan Tediyana sudah bermain maksimal. Kami tetap bangga karena perjuangan mereka menunjukkan semangat luar biasa membawa nama Kuningan di ajang regional ini,” ujar dr. Deki, Jumat (10/10/2025)
Kemenangan Ciamis tidak mengurangi nilai perjuangan tim Kuningan yang tampil penuh semangat dan disiplin. Raihan perak ini sekaligus menjadi modal berharga bagi kontingen Kuningan untuk menatap ajang Porsenitas berikutnya dengan optimisme dan pembenahan teknik yang lebih matang. (ali)
