Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Ragam

Libur Panjang Nataru, TNGC Batasi Pendaki Ciremai

KUNINGAN – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) terus berupaya melakukan pengawasan dan pelayanan kepada pendaki Gunung Ciremai. Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, jumlah pendaki akan dibatasi guna memastikan kenyamanan, keamanan, dan pelestarian kawasan.

Kepala Badan TNGC, Toni Anwar, mengaku sudah melakukan rapat koordinasi dengan pihak petugas keamanan untuk membantu mewujudkan Kabupaten Kuningan aman dan nyaman bagi masyarakat, terkhusus pendaki.
“Jelang hari libur pendaki diperkirakan akan naik, salah satunya kami sudah berkoordinasi dengan berbagai stakeholder seperti polres Kuningan, TNI, dan pemerintah seperti camat,” ujarnya usai menghadiri pertemuan dengan wartawan di salah satu cafe yang ada di Kabupaten Kuningan, Selasa, (23/12/2025).

Selain dari rapat koordinasi, pihaknya juga sudah melakukan penguatan penjagaan secara intensif sebagai upaya menjaga keamanan dan kebersihan dari sampah di kawasan gunung Ciremai.

“Kami akan menugaskan personil yang lebih intensif di sana. Kami sudah siapkan untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang mungkin tidak diinginkan,” tambahnya.

Dari berbagai jalur pendakian, mulai Sadarehe, Apuy, Palutungan, Linggajati, dan linggasana, pihak TNGC memastikan pelayanan optimal bagi pendaki, termasuk pihaknya juga menyebutkan batas kuota maksimal pendakian perhari.

“Kalau maksimal sekitar 1.500 dari lima jalur pendakian itu,” katanya.

Adapun tiket untuk mendaki ke Gunung Ciremai sebesar Rp. 75.00 hingga Rp. 120.000. Dari jumlah tersebut, yang masuk ke dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)  Rp. 20.000 per tiket.

“Kadang naik turun kalau masuk ke PNBP, bisa 10 ribu atau 20 ribu. Kalau sisanya itu untuk layanan dan jasa dari pengelola pendakiannya seperti kesehatan dan lain-lain,” ujarnya.

Pihaknya menghimbau kepada para pendaki agar menaati SOP yang sudah ditentukan oleh TNGC. Hal itu tidak bisa ditawar sebagai upaya memastikan keamanan, kenyamanan, serta tetap menjaga pelestarian Gunung Ciremai.

“Jadilah pendaki yang bijak, artinya mementingkan aspek ekologis, tidak melakukan perbuatan yang melanggar dari ketentuan pendakian. Taati SOP-nya, mulai dari pendaftaran kemudian pengecekan sampah, dan yang jelas jangan meninggalkan sampah di atas,” imbaunya.

Baca Juga :  Bupati Acep Hadiri Maulid Nabi Akbar dan Haul Abuya Nasihin di Ponpes Al-Kautsar Kuningan

Tak hanya untuk pengunjung, Toni juga menghimbau kepada pengelola agar menaati SOP, terus meningkatkan pelayanan, dan komunikasi yang intens dengan pihak TNGC.

“SOP ditaati, tingkatkan pelayanan, kalau misalnya ada keluhan dan sebagainya harus segera komunikasi. Jika semisal ada pendaki tidak sesuai kuota, jangan dipaksakan untuk naik,” pungkasnya. (Icu)

Leave a Comment