KUNINGAN – Wajah peringatan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan kini memiliki identitas visual baru. Ligar Fajar Maulana terpilih sebagai pemenang lomba desain logo setelah mengungguli 15 peserta lainnya.

Piagam penghargaan diserahkan langsung Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dalam Apel Pagi di Halaman Kantor Pemkab Kuningan, Senin (10/8/2026).

Dian mengatakan, proses penentuan pemenang dilakukan melalui kurasi Dewan Kebudayaan bersama tim panelis. Pemerintah daerah dan panitia, kata dia, tidak terlibat dalam menentukan karya yang menjadi pemenang.

“Saudara Ligar Fajar Maulana ini dinilai telah melalui kurasi yang ketat, objektif, dan transparan oleh Dewan Kebudayaan. Panitia hanya memfasilitasi,” ujar Dian.

Menurut Dian, logo Hari Jadi ke-528 tidak sekadar menjadi elemen visual untuk kebutuhan publikasi. Identitas tersebut diharapkan mampu merepresentasikan karakter, harapan dan arah pembangunan Kuningan.

Warna hijau tosca menjadi warna dominan yang menggambarkan komitmen terhadap kelestarian alam dan lingkungan. Sementara aksen emas merepresentasikan dinamika kemajuan daerah dalam mewujudkan visi Kuningan Melesat.

Dengan peringatan Hari Jadi yang semakin dekat, Dian meminta seluruh perangkat daerah, kecamatan, kelurahan dan desa segera menggunakan logo resmi tersebut dalam berbagai media publikasi.

“Saya minta seluruh perangkat daerah segera mengeksekusi di berbagai media publikasi seperti umbul-umbul, spanduk, banner, hingga gapura. Jangan menunda sampai mendekati hari-H,” katanya.

Kuda Si Windu, Bokor dan Akar

Ligar Fajar mengaku tidak menyangka karyanya terpilih sebagai pemenang. Ia baru mengetahui hasil tersebut setelah mendapat pemberitahuan dari panitia.

Menurut Ligar, desain logo yang dibuatnya berangkat dari tema Hari Jadi ke-528, “Akar Kuat Purwadaksi”. Tema itu kemudian diterjemahkan melalui sejumlah simbol yang memiliki keterkaitan dengan sejarah dan identitas Kuningan.

Tiga elemen utama menjadi bagian dari desain tersebut, yakni Bokor, kepala Kuda Si Windu dan akar.

Kepala Kuda Si Windu dipilih sebagai representasi identitas sejarah Kuningan. Sementara elemen akar menggambarkan fondasi yang menopang kehidupan masyarakat, sekaligus merujuk pada kekayaan budaya, tradisi dan jati diri daerah.

“Simbol kepala kuda bertaut langsung dengan identitas sejarah Kuningan melalui Kuda Si Windu yang menjadi pusaka daerah. Sedangkan jalinan akar merepresentasikan tiga pilar krusial yaitu kekayaan budaya, tradisi, serta jati diri masyarakat Kuningan,” ujar Ligar.

Dia berharap desain tersebut tidak hanya menjadi simbol peringatan, tetapi juga dapat menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap sejarah dan identitas daerah.

Bagi Ligar, logo tersebut menjadi cara untuk menerjemahkan kekayaan sejarah Kuningan ke dalam bahasa visual yang dapat diterima masyarakat luas. ***