​KUNINGAN — Sudah lima hari keran air di rumah warga Desa Ciomas Kecamatan Ciawigebang tak mengeluarkan setetes pun air. Persediaan mulai menipis, membuat sebagian warga terpaksa mencari air ke rumah saudara di desa tetangga demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

​Amin Suparmin, warga setempat, mengungkapkan bahwa aliran air PAM di wilayahnya mati total. Kondisi ini menyulitkan warga untuk mandi, mencuci, hingga menyiapkan kebutuhan rumah tangga.

​“Terpaksa ngungsi dan mengangkut air dari rumah saudara di desa tetangga,” ujar Amin, Senin (19/10/2026).

​Pilihan mengangkut air dari kerabat pun tak selalu mudah. Menurut Amin, saudara yang rumahnya paling dekat juga menghadapi masalah serupa karena debit sumur gali mulai berkurang. Warga akhirnya harus menyisihkan waktu dan tenaga ekstra untuk mencari sumber air lain yang masih mengalir.

​Bagi Amin dan warga sekitar, lima hari tanpa air bersih bukan sekadar gangguan layanan, melainkan sudah menyentuh kebutuhan hidup yang paling mendasar. Ia berharap pihak PDAM (PAM Tirta Kamuning) segera turun tangan memeriksa penyebab gangguan dan memulihkan pelayanan di wilayah Ciomas.

​“Barangkali bisa dibantu disambungkan ke pihak PAM,” harapnya.

​Terpisah, sumber internal PAM Tirta Kamuning membenarkan adanya kendala pelayanan tersebut. Ia menjelaskan bahwa gangguan terjadi akibat penurunan debit air pada sumber air utama di Cibulan.

​”Saat ini kami masih berupaya melakukan penggiliran aliran air. Namun, jika kondisinya memang darurat, kami siap membantu mengirimkan armada tangki air,” ujarnya.

​Pihaknya memohon pemakluman dari para pelanggan, mengingat sumber air Cibulan saat ini juga harus dibagi untuk kebutuhan irigasi pertanian sehingga penyalurannya belum bisa dimaksimalkan.

​”Kami akan berkoordinasi dengan kantor cabang Ciawigebang untuk mendata daerah mana saja yang perlu segera dibantu penyuplaian airnya,” pungkasnya.***