Cikalpedia
”site’s ”site’s
Nasional

Mahasiswa UM Kuningan Hadiri Festival Toleransi dan Budaya Internasional

Acara yang terselenggara atas kerja sama ICRP dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (DIKDASMEN RI) itu dilaksanakan di Gedung A Dikdasmen RI, Jakarta, Minggu, (16/11/2025).

‎Acara dihelat untuk memperingati Hari Toleransi Internasional. Hadiri pada kesempatan itu para tokoh nasional dan perwakilan dari berbagai negara termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI sekaligus Ketua Umum ICRP Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Dewan Pendiri ICRP Prof. Dr. Chandra Setiawan, MM., Ph.D., serta sejumlah duta besar, konselor, dan perwakilan komunitas agama seperti PGI, Baha’i, Sikh, MLKI, Sunda Wiwitan, hingga perwakilan dari Sudan, Armenia, Portugal, dan Republik Ceko.

‎Dalam sambutannya, Prof. Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya merawat kerukunan sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia. “Kerukunan adalah DNA bangsa Indonesia. Toleransi harus dikembangkan bukan sekadar menghormati perbedaan, tetapi menerima dan bekerja sama di dalamnya,” ujarnya.

‎Ia juga menjabarkan tiga kunci penting untuk membangun toleransi yang autentik yaitu head-to-head, yakni berdialog secara terbuka, heart-to-heart, menerima perbedaan dengan lapang dada, dan hand-to-hand, bekerja sama dalam kebaikan.

‎Festival tersebut tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga keberagaman. Semangat persatuan yang dihidupkan melalui festival ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan Pancasila, keberagaman agama, dan kebudayaan sebagai modal spiritual menuju Indonesia yang lebih maju.

‎Salah satu peserta dari HIMDIKMAT UM Kuningan, Nanang Yudiana, mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam festival tersebut menjadi pengalaman berharga yang memperluas wawasan tentang pentingnya dialog lintas budaya.

‎“Bagi saya, kegiatan ini membuka ruang belajar yang sangat luas. Bertemu langsung dengan tokoh lintas agama dan perwakilan berbagai negara membuat saya semakin yakin bahwa toleransi bukan sekadar konsep, tetapi praktik nyata yang harus diperjuangkan setiap hari,” ujarnya.

‎Ia menambahkan bahwa nilai-nilai toleransi yang ia peroleh akan menjadi bekal penting untuk diterapkan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

“Kami, mahasiswa, punya peran besar dalam menjaga kerukunan. Melalui kegiatan seperti ini, kami terdorong untuk lebih aktif menjadi jembatan antar perbedaan,” tambahnya.

‎Keikutsertaan HIMDIKMAT UM Kuningan dalam kegiatan berskala internasional tersebut menjadi wujud komitmen mahasiswa dalam mendorong budaya toleransi dan memperluas perspektif kebhinekaan di kalangan generasi muda. (Icu)

Baca Juga :  Keluarga Ingin Ditemui Bupati, ARA Ciwaru Juga Sering Panggil KDM

Related posts

Liga Fondation 2026 Resmi Ditutup, Ini Daftar Juaranya

Ceng Pandi

Blusukan di Pasar Kepuh Kuningan, Anies Baswedan Dengar Langsung Keluhan Pedagang

Cikal

BPR Kuningan Sabet Golden Trophy TOP BUMD Award 2025, Apakah Jadi Bukti Komitmen Pelayanan Prima

Cikal

Leave a Comment