Sebagai mahasiswa, saya melihat banyak teman yang kagum pada kecanggihan AI, tetapi lupa bahwa di balik layar, ada nilai-nilai yang sedang dipertaruhkan. Kita sering menerima jawaban dari chatbot, mengutip hasil AI, bahkan membuat tugas otomatis namun jarang bertanya: Apakah ini benar? Apakah ini baik?
Dalam diskusi kampus, saya pernah mendengar argumen bahwa teknologi itu netral. Tapi saya tak sepenuhnya setuju. Teknologi memang diciptakan manusia, tapi ketika manusia abai pada etika, maka teknologi bisa menciptakan ketidakadilan baru. Pancasila hadir sebagai penyeimbang, bukan penghambat. Ia menjaga agar logika digital tidak mengabaikan nilai kemanusiaan.
Contoh nyata adalah saat deepfake digunakan untuk menyebarkan hoaks politik. Tanpa filter nilai, kecanggihan ini bisa menghancurkan reputasi seseorang dalam hitungan menit. Di sinilah kita perlu tegas bahwa kecerdasan buatan harus diimbangi dengan kebijaksanaan manusia dan Pancasila bisa jadi pondasinya.
Solusinya bukan menolak AI, tetapi memanusiakannya. Pemerintah dan dunia pendidikan harus mendorong etika digital berbasis Pancasila sebagai kurikulum wajib. Para pengembang juga harus dilatih agar mampu mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam desain teknologi.
Saya percaya, mahasiswa Indonesia tidak hanya bisa menjadi pengguna AI, tetapi juga pencipta AI yang berkarakter. Bayangkan jika kita menciptakan chatbot edukatif yang mengajarkan toleransi, aplikasi yang mendukung ekonomi kerakyatan, atau algoritma yang membantu menjaga lingkungan hidup. Semua itu mungkin, asal kita punya keberanian memadukan teknologi dengan nilai luhur bangsa.
Akhir kata, era kecerdasan buatan adalah keniscayaan yang tak bisa dihindari. Namun, kecanggihan tidak boleh menjauhkan kita dari jati diri. Pancasila hadir bukan hanya untuk masa lalu, tetapi juga untuk menjawab tantangan masa depan. Sebagai filter nilai, Pancasila bukanlah penghambat inovasi, melainkan kompas yang menjaga agar kemajuan kita tetap manusiawi, adil, dan beradab. Di tangan generasi muda yang sadar dan peduli, Pancasila dan teknologi dapat berjalan berdampingan membentuk masa depan Indonesia yang lebih cerah dan bermartabat.
Ditulis oleh: Agung Laksana Muda, Mahasiswa Universitas Islam Al-Ihya Kuningan
