Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Kuningan

Menu MBG Diprotes Orang Tua, SPPG Cipari 2 Sampaikan Klarifikasi dan Permohonan Maaf

Kepala Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Cipari 2, Aef Saeful, saat memberikan klarifikasi aduan orang tua siswa di tempat kerjanya, Sabtu (27/12/2025)

KUNINGAN – Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi Cipari 2 memberikan klarifikasi terkait komplain orang tua siswa tentang menu makan bergizi gratis yang dinilai tidak sesuai dengan substansi program yang seharusnya mendukung gizi anak.

Klarifikasi disampaikan langsung Kepala SPPG Cipari 2, Aef Saeful, di dapur MBG setempat, di Kelurahan Cipari, Cigugur. Sabtu (27/12/2025). Pada kesempatan itu, Aef menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan menu yang disajikannya.

‎”Kemarin itu ada pengaduan dari salah satu penerima manfaat terkait menu yang disajikan perhari itu, yang awalnya mengira 6 hari karena kan hari kamis dan Jum’at itu hari libur, jadi dihitungnya 4 hari,” ujar Aef.

‎Mengenai komposisi atau item makanan yang beredar, Aef menyebutkan, tidak seperti poto yang diedarkan oleh orang tua siswa. Menurutnya, kalaupun jenis makanan lainnya dianggap tidak memenuhi kandungan gizi, tetapi untuk akumulasi jumlahnya sesuai dengan ketentuan jatah masing-masing anak.

“Menu yang di poto itu kurang lengkap, sebetulnya susu itu ada dua, dan saya juga sudah sampaikan ke pihak terkait, menu yang kami sajikan mengecewakan, dan ke depan kami akan memperbaiki itu semua,” kata Aef.

Pihaknya juga menjelaskan, ketika orang tua siswa mendapati keluhan atau tanggapan tentang menu, agar melaporkan ke Satgas MBG sesuai alur yang ditentukan. Menurutnya, Satgas MBG akan malanjutkannya ke Korwil SPPI untuk ditindaklanjuti.

‎”Kalau misalkan ada temuan, laporan itu masuk ke Satgas, nanti Satgas komunikasi lebih lanjut dengan Koordinator Wilayah (Korwil) SPPI, atau bisa secara langsung tetapi harus mengirim surat dulu,” jelas Aef.

‎Pada kesempatan yang sama, Ahli Gizi di dapur tersebut, Diana Damayanti, mengakui bahwa menu yang dinilai mengecewakan oleh orang tua penerima manfaat tersebut belum melalui perhitungan takaran gizi yang memadai.

‎”Kemarin saya bilang takaran gizi itu belum dihitung, memang itu benar, karena memang keadaan dapur masih dalam penyesuaian. Tapi, saya bisa tahu bahwa menu itu bisa memenuhi, walaupun belum spesifik, saya bisa mengetahui bahwa itu bisa memenuhi porsi kecil dan porsi besar,” ujarnya.

‎Aef juga mengakui dugaan menu yang mengandung bahan pengawet. Hanya saja, ia menyampaikan bahwa dengan menu snack tersebut kandungan gizinya sudah terpenuhi.

‎”Kalau untuk snack yang katanya ada bahan pengawet, karena itu keadaan dapur. Dan hal itu memang salah, karena sudah dihimbau oleh Badan Gizi Nasional (BGN), menu itu tidak memakai Ultra Processed Food (UPF), tapi itu nilai gizinya masih mencukupi,” tambah Aef.

‎Pihaknya berkomitmen bahwa kejadian menjadi bahan evaluasi tim SPPG Cipari 2, termasuk bagaimana menyajikan menu sajian yang harus memenuhi gizi seimbang. Ke depan, pihaknya akan terus berupaya melakukan pelayanan yang optimal untuk penerima manfaat.

‎Selain itu, pihaknya juga akan mememafaatkan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), khususnya di wilayah masyarakat Desa Cipari dan sekitarnya.

Baca Juga :  MPC III Berakhir, Panitia Bidik Turnamen Futsal Skala Regional

Sebelumnya, Atang, salah satu orang tua siswa penerima manfaat menilai menu yang dibagikan SPPG di waktu libur itu tidak sesuai dengan substansi program yang seharusnya mendukung gizi anak. Atang datang langsung ke dapur tersebut sambil membawa sekeresek makanan yang diterima anaknya.

Penulis: Icu Firmansyah || Editor: Sopandi

Leave a Comment