
KUNINGAN – Upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok yang meningkat terus dilakukan dengan berbagai pendekatan. Salah satunya melalui program “PDAU Sapa Warga: Bazar Pangan Terjangkau”
Acara itu digelar Perumda Aneka Usaha (PDAU) Kabupaten Kuningan di dua titik Kecamatan Sindangagung, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung di Dusun Balangkunang, Desa Kertaungaran melalui kolaborasi dengan Komunitas Imam Tajug, serta di Balai Desa Dukuhlor bekerja sama dengan BUMDes Madu Sehati.
Antusiasme warga terlihat sejak kegiatan berlangsung. Sejumlah kebutuhan pangan pokok disediakan dengan harga terjangkau, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mendapatkan akses pangan dengan harga yang lebih bersahabat.
Namun, bagi Perumda AU Kuningan, kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada transaksi jual beli. Bazar pangan menjadi bagian dari strategi mendekatkan peran BUMD dengan masyarakat sekaligus membangun pola kolaborasi ekonomi yang melibatkan berbagai elemen di tingkat lokal.
Direktur Perumda AU, Adang Kurniawan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk konkret dukungan Perumda terhadap penugasan pemerintah daerah, khususnya dalam gerakan pangan murah dan penekanan terhadap inflasi.
“Kegiatan ini hadir sebagai bentuk komitmen kami dalam mendukung penugasan Gerakan Pangan Murah dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan. Selain itu, langkah strategis ini juga menjadi bagian dari partisipasi aktif Perumda Aneka Usaha dalam upaya pengendalian inflasi daerah agar harga komoditas pangan tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Menurutnya, pengendalian inflasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk BUMD dan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya berupaya mengambil peran dengan menghadirkan akses pangan yang lebih dekat dengan warga.
Menariknya, pelaksanaan bazar di dua lokasi tersebut juga menggambarkan pola kolaborasi yang berbeda. Perumda AU menggandeng komunitas masyarakat di satu lokasi dan BUMDes di lokasi lainnya.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekonomi kerakyatan karena masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem kegiatan usaha.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi yang terjalin bersama Komunitas Imam Tajug serta BUMDes Madu Sehati di dua lokasi berbeda hari ini. Ini adalah wujud peningkatan partisipasi dan peran aktif elemen masyarakat dalam kegiatan usaha berbasis kerakyatan,” katanya.
Ia menambahkan, pola tersebut akan terus dikembangkan agar keberadaan Perumda Aneka Usaha semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan.
“Dengan semangat dari warga, untuk warga, kita bersama-sama membangun ekonomi yang mandiri demi mewujudkan Kuningan yang maju dan berdaya,” tutupnya.




