Mengawali sambutannya, Bupati Dian menyampaikan pantun motivasi sebagai bentuk dukungan kepada generasi muda. Ia menegaskan bahwa pelajar saat ini berada pada fase krusial yang akan menentukan masa depan mereka. Karena itu, ia meminta peserta tidak minder dengan latar belakang keluarga maupun daerah asal.
“Jangan pernah minder karena berasal dari daerah atau dari keluarga kurang berada. Kesuksesan ditentukan oleh diri sendiri,” kata Dian.
Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak semata diukur dari infrastruktur fisik, melainkan dari kualitas sumber daya manusianya. Menurutnya, pelajar dan mahasiswa merupakan aset strategis dalam menyongsong bonus demografi menuju 2045.
Bupati Dian juga menyoroti pentingnya penguasaan kemampuan 4C (creativity, collaboration, communication, dan critical thinking), serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Generasi muda, kata dia, harus ditempatkan sebagai pelaku pembangunan, bukan sekadar objek.
Menutup sambutan, Dian mengajak mahasiswa dan pelajar untuk membawa identitas Kuningan dalam setiap mimpi dan capaian hidup mereka. “Jangan pernah hanya bercita-cita sukses secara pribadi. Sertakan Kuningan kampung halaman dalam setiap mimpi kalian,” ujarnya. (ali)
