Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Jabar

Pelatihan UBSI Picu Perubahan, Ibu-Ibu Cendana Mulai Bangun Usaha Rumahan

Poto bersama dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) di lingkungan RT 15 RW 17, Jatimulya, Kabupaten Bekasi, Rabu, (6/5/2026).

‎BEKASI – Bagi sebagian ibu rumah tangga, mengatur uang belanja harian kerap menjadi tantangan tersendiri. Harga kebutuhan yang naik, pemasukan yang terbatas, hingga minimnya pengetahuan keuangan sering membuat kondisi ekonomi keluarga berjalan di tempat.

‎Hal itu pula yang dirasakan sejumlah ibu di lingkungan Cendana, Kelurahan Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Namun perlahan, cara pandang tersebut mulai berubah.

‎‎Menyikapi hal itu, kelompok dosen dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan literasi keuangan. Kegiatan yang melibatkan ibu-ibu rumah tangga itu tidak hanya mengajarkan mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga didorong untuk melihat peluang usaha dari aktivitas sehari-hari.

‎‎Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan RT 15 RW 17, Jatimulya, Kabupaten Bekasi, Rabu, (6/5/2026). Muhammad Zaini, Ketua RW setempat mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut membawa dampak positif bagi warganya, khususnya para ibu rumah tangga.

‎‎“Biasanya uang habis tanpa terasa. Sekarang jadi tahu harus dipisah, mana kebutuhan, mana yang bisa diputar jadi usaha,” ungkapnya.

‎‎Menurutnya, setelah mengikuti kegiatan tersebut, warganya mulai menunjukkan perubahan nyata dalam kebiasaan mengelola keuangan sehari-hari.

‎”‎Kalau ibu-ibu sudah bergerak, biasanya ekonomi keluarga ikut terangkat. Ini bukan soal pelatihan saja, tapi perubahan kebiasaan,” ujarnya.

‎‎Sementara itu, Ketua pelaksana kegiatan, Roydawaty Bunga Sihol, menyebut bahwa perubahan kecil dalam pola pikir keuangan bisa berdampak besar bagi ketahanan keluarga.

‎‎“Ketika ibu-ibu mulai sadar bahwa uang bisa dikelola dan dikembangkan, di situ sebenarnya pintu kemandirian ekonomi mulai terbuka,” jelasnya.

‎‎Program yang dipimpin oleh, Dr. Suhardoyo, bersama tim dosen lainnya ini menitikberatkan pada praktik sederhana yang bisa langsung diterapkan di rumah. Mulai dari membuat anggaran harian, mengelola utang, hingga mengenali peluang usaha kecil berbasis rumah tangga.

Baca Juga :  11 Tahun Ngarit, Ibu Karti Naik Haji di Usia 72

‎Tak hanya teori, para peserta juga berbagi pengalaman menjalankan usaha kecil, seperti berjualan makanan ringan hingga produk rumahan. Diskusi tersebut menjadi ruang belajar bersama yang justru paling diminati.

‎‎Menariknya, kebutuhan terbesar yang muncul bukan lagi sekedar pelatihan, melainkan pendampingan jangka panjang. Para ibu ingin memastikan ilmu yang didapat benar-benar bisa diterapkan dan berkembang menjadi sumber penghasilan.

“Ke depan, kami berencana melanjutkan program ini dengan pendekatan berkelanjutan, agar para peserta tidak berhenti di tahap memahami, tetapi juga mampu menjalankan dan mengembangkan usaha secara mandiri,” tutupnya. (rls)

Penulis: Icu Firmansyah || Editor: Sopandi