
KUNINGAN – Rencana pembangunan pabrik sepatu di wilayah Kecamatan Japara menuai sorotan dari sejumlah pihak. Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Jalaksana, Yanto Rusdianto, mengungkapkan adanya dugaan ketidaktransparanan dalam proses pembebasan lahan berkaitan proyek tersebut.
Hal itu disampaikan olehnya saat ditemui usai aksi pemasangan spanduk yang dilakukan oleh anggota PP di sejumlah titik wilayah terdampak. Menurutnya, aksi tersebut bertujuan untuk mendorong keterbukaan dalam proses pembebasan lahan agar masyarakat tidak dirugikan.
“Yang disuarakan teman-teman PP itu terkait pembebasan lahan yang tidak transparan. Kami meminta regulasi pembebasan lahannya diperbaiki dan dilakukan dengan benar, jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan,” ujar Yanto, Minggu, (17/5/2026).
Meski mengkritisi proses pembebasan lahan, pihaknya memastikan tidak menolak investasi yang masuk ke Kabupaten Kuningan. Bahkan, ia menyebut keberadaan investor dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
“Kami tidak menghalangi investor dari mana pun. Justru kami mendukung investasi karena bisa membuka lapangan kerja. Tapi prosesnya harus jelas dan jangan sampai masyarakat dibodoh-bodohi,” katanya.
Selain itu, ia juga menyinggung adanya dugaan keterlibatan calo tanah dalam proses pembebasan lahan tersebut. Pihaknya mengaku memiliki sejumlah data terkait dugaan tidak adanya keterbukaan dalam transaksi lahan.
“Intinya saya punya data bahwa pembebasan lahan itu tidak ada keterbukaan. Saya menyebutnya RCTI, Rombongan Calo Tanah Indonesia, supaya ada keterbukaan kepada masyarakat,” ucapnya.
Menurut Yanto, lahan yang direncanakan untuk pembangunan pabrik sepatu itu memiliki luas sekitar 30 hingga 40 hektare. Lokasinya berada di wilayah Desa Ciniru, Sindangbarang, hingga Dukuh Dalem, Kecamatan Japara.
Ia juga mengungkapkan bahwa proses pembebasan lahan disebut belum rampung sepenuhnya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, saat ini baru dilakukan pembayaran uang muka (DP), sementara pelunasan direncanakan pada 20 Mei 2026.
“Informasinya belum lunas, baru DP. Rencana pelunasan tanggal 20 Mei lusa,” tutupnya.




