KUNINGAN — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kuningan turun langsung dalam penanganan kebakaran di TPA Ciniru, Kecamatan Jalaksana. Selain membantu kebutuhan pemadaman, PMI menyiapkan dukungan logistik dan layanan kesehatan bagi petugas serta masyarakat di sekitar lokasi.

Ketua PMI Kabupaten Kuningan, Hj. Ika Siti Rahmatika, SE., memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia didampingi Kepala Bidang Kebencanaan PMI Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, SE., MM.

Di lokasi, PMI memasok ribuan liter air untuk menunjang proses pemadaman. PMI juga mengoperasikan dapur umum, menyiagakan ambulans, serta menyediakan obat-obatan dan dukungan kesehatan bagi personel maupun warga yang membutuhkan.

Ika mengatakan, keterlibatan PMI dalam penanganan kebakaran TPA Ciniru merupakan bagian dari tugas kemanusiaan yang harus dijalankan tanpa melihat latar belakang penerima bantuan.

“Kami hadir bukan untuk melihat siapa dan dari kelompok mana mereka berasal. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan, PMI harus hadir. Inilah makna kemanusiaan yang menjadi dasar setiap langkah PMI,” ujar Ika.

Menurut dia, penanganan kebakaran di TPA Ciniru tidak dapat dilakukan oleh satu unsur saja. Koordinasi antara pemerintah daerah, petugas penanggulangan bencana, aparat, relawan dan organisasi kemanusiaan diperlukan untuk menghadapi kondisi di lapangan yang terus berubah.

Sementara itu, Agus Mauludin menambahkab, PMI memprioritaskan kebutuhan yang sifatnya langsung dan mendesak.

“Dalam situasi musibah, kebutuhan di lapangan bisa berkembang dengan cepat. Karena itu PMI harus siap bergerak, berkoordinasi dan memberikan dukungan sesuai kebutuhan,” kata Agus.

Selain air untuk membantu pemadaman, PMI memastikan kebutuhan dasar petugas di lapangan tetap mendapat perhatian. Ambulans dan dukungan kesehatan juga disiagakan untuk mengantisipasi kondisi darurat selama proses penanganan kebakaran berlangsung.

Keterlibatan PMI tersebut sekaligus menjadi penerapan tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, yakni kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan.

Prinsip kemanusiaan menjadi dasar PMI dalam meringankan penderitaan. Bantuan diberikan berdasarkan kebutuhan, bukan atas dasar perbedaan kelompok maupun kepentingan.

Bagi PMI Kabupaten Kuningan, prinsip tersebut tidak berhenti sebagai pedoman organisasi. Nilainya diterjemahkan dalam kerja lapangan, mulai dari penyediaan air, layanan kesehatan, ambulans hingga dapur umum.

Penanganan kebakaran TPA Ciniru juga menjadi ujian bagi kesiapsiagaan seluruh unsur yang terlibat. Di tengah kondisi darurat, kecepatan merespons kebutuhan lapangan menjadi bagian penting untuk melindungi petugas dan masyarakat.

PMI Kuningan menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan selama penanganan kebakaran berlangsung. Dukungan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kebutuhan di lokasi.

Bagi PMI, kerja kemanusiaan tidak menunggu keadaan menjadi ideal. Ketika bantuan dibutuhkan, relawan harus bergerak dan hadir di tengah masyarakat. ***