Cikalpedia
”site’s
Ekonomi

Produksi Jagung Pakan Kuningan Tembus 17.556 Ton, Hilirisasi Didorong hingga Tingkat Desa

Foto: Istimewa

“Kita membangun sistem terintegrasi. Produksi jagung dikelola petani desa, dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan, lalu menopang ketersediaan protein hewani masyarakat,” kata Wahyu.

Panen di Desa Geresik juga menunjukkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengelolaan komoditas. Keterlibatan kelembagaan desa dinilai penting untuk menjaga kesinambungan produksi sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Kepala Desa Geresik, Farman atau Ipong, mengatakan pendampingan teknis sejak masa tanam hingga panen berdampak langsung terhadap hasil produksi. “Pendampingan berkelanjutan membuat petani lebih percaya diri. Produktivitas meningkat dan ada peluang usaha baru di desa,” ujarnya.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas, Pemerintah Kabupaten Kuningan menyatakan akan memperluas pengembangan jagung pakan sebagai bagian dari strategi stabilisasi pangan daerah. Pemerintah menargetkan kesinambungan produksi tetap terjaga sepanjang 2026, sembari memperkuat pola kemitraan antara petani, penyuluh, dan pelaku usaha pakan ternak.

“Produktivitas harus terus dijaga. Pertanian adalah fondasi ketersediaan pangan masyarakat,” kata Wahyu. (ali)

Baca Juga :  Besok Ada Pemadaman Listrik PLN, Ini Wilayah Terdampak