“Operator lembaga merupakan garda terdepan dalam proses pendataan. Oleh karena itu, data yang diinput harus benar, lengkap, dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan agar kebijakan yang diambil pemerintah juga tepat sasaran,” ujarnya.
Pada momen itu pihaknya juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan kepada para operator lembaga agar kualitas pendataan pendidikan keagamaan semakin baik dan dapat mendukung pengembangan pendidikan Islam di daerah.
Selain pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan ruang bagi para operator untuk menyampaikan berbagai kendala teknis yang dihadapi selama proses penginputan data EMIS.
Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. Ketua FKDT Kuningan berharap proses pendataan EMIS lembaga pendidikan diniyah dan pondok pesantren di Kabupaten Kuningan dapat berjalan optimal, cepat, dan terintegrasi. (rls)
