Langkah ini diapresiasi oleh para awak angkutan. Ahmadi, 42 tahun, salah seorang sopir bus yang terjaring pemeriksaan, mengaku tidak keberatan dengan prosedur tersebut. “Kami ingin penumpang merasa aman. Dengan adanya ramp check dan cek kesehatan, kami jadi lebih percaya diri kalau kendaraan dan kondisi fisik kami memang siap jalan,” tuturnya.
Selain fokus pada angkutan umum, Satlantas Polres Kuningan juga menyisir pengendara sepeda motor. Dalam waktu singkat, 24 unit sepeda motor terpaksa diamankan petugas karena menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong.
Tindakan ini diambil sebagai respons atas keluhan masyarakat mengenai kebisingan yang mengganggu ketertiban umum. Puluhan motor tersebut langsung diangkut sebagai bentuk penegakan hukum sekaligus memberikan efek jera bagi para pemuda yang masih hobi “memekakkan telinga” warga di jalan raya.
AKP Aktuin Moniharapon menegaskan bahwa kegiatan preventif seperti ini akan terus digencarkan. Tujuannya satu yaitu menekan angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan disiplin para penyedia jasa transportasi maupun pengguna jalan pribadi.
“Kami ingin memastikan setiap kendaraan yang melintas di wilayah Kuningan, terutama yang membawa masyarakat banyak, benar-benar aman secara administrasi maupun teknis,” pungkasnya. (ali)
