YOGYAKARTA – Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kuningan (IPMK) Yogyakarta resmi dilantik menjadi pengurus baru periode 2026–2027 dengan Hero Isya Syuhada sebagai Ketua Umum. Pelantikan berlangsung di Asrama Kujang Jawa Barat, Jalan Pengok Kidul No. 14, Baciro, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Minggu (11/10/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai generasi muda yang berdaya saing, berkarakter, dan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Kuningan.

Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan bahwa organisasi mahasiswa memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, mengembangkan kepemimpinan, serta mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Menurutnya, pelantikan pengurus bukan sekadar agenda seremonial, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat luas.

Ia mengapresiasi keberadaan IPMK Yogyakarta yang selama ini menjadi ruang bagi mahasiswa asal Kuningan untuk mempererat persaudaraan, mengembangkan potensi diri, serta menjaga identitas budaya Sunda di tengah kehidupan perantauan.

“Pelantikan ini bukan hanya seremonial, tetapi amanah dan tanggung jawab untuk memastikan organisasi memberikan manfaat nyata bagi anggotanya maupun masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Kemampuan berkomunikasi, membangun jejaring, bekerja sama, berpikir kritis, dan memahami kehidupan sosial merupakan bekal penting untuk menghadapi dunia kerja maupun mengambil peran dalam pembangunan.

Berdasarkan pengalaman selama 32 tahun sebagai birokrat, Bupati Dian menilai bahwa kematangan emosional dan kemampuan membangun hubungan sosial menjadi faktor penting dalam perjalanan seseorang menuju keberhasilan.

Oleh karena itu, kata dia, organisasi mahasiswa harus dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran untuk mengasah kepemimpinan, integritas, dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

Ia juga memotivasi mahasiswa agar tidak merasa rendah diri karena latar belakang keluarga atau kondisi ekonomi. Menurutnya, masa depan ditentukan oleh kemauan untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas diri, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.

“Kesuksesan itu tidak ditentukan karena anak-anak keluarga kaya. Kesuksesan itu tidak ditentukan karena kita banyak uang, tapi kesuksesan masa depan ditentukan oleh diri kita sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dian mendorong mahasiswa Kuningan di Yogyakarta untuk menjadikan ilmu pengetahuan, pengalaman berorganisasi, dan jejaring yang dibangun selama masa pendidikan sebagai modal untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Kuningan membutuhkan talenta-talenta muda yang kreatif, inovatif, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian.

Pemerintah Kabupaten Kuningan, lanjutnya, terus berupaya mendorong pembangunan daerah, termasuk melalui penanganan pengangguran dan kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi, serta penguatan investasi. Dalam proses tersebut, keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk menghadirkan gagasan segar, solusi kreatif, dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kuningan membutuhkan talenta-talenta muda, terutama putra-putri Kuningan untuk membangun Kuningan. Balik ke kampung halaman, silakan, atau mau berkarier di luar sana silakan. Yang pasti, jadilah orang yang bermanfaat,” ujarnya.

Selain mendorong kontribusi terhadap pembangunan, Bupati Dian mengingatkan mahasiswa agar tidak melupakan akar budaya dan nilai-nilai luhur masyarakat Sunda. Ia menegaskan bahwa kemajuan intelektual harus tetap berjalan seiring dengan pelestarian tradisi, penghormatan kepada orang tua, dan kepedulian terhadap tanah kelahiran.

Sementara itu, Ketua Umum IPMK Yogyakarta periode 2026–2027, Hero Isya Syuhada, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya bersama jajaran pengurus baru. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab moral untuk menjaga marwah organisasi, memperkuat solidaritas mahasiswa, dan menghadirkan program yang memberikan dampak nyata.

Hero juga mengapresiasi kehadiran Bupati Kuningan beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Kuningan yang dinilainya sebagai bentuk perhatian dan dukungan bagi mahasiswa di perantauan.

Menurutnya, Yogyakarta merupakan tempat mahasiswa menimba ilmu, mengembangkan potensi, dan menempa diri untuk masa depan. Namun, sejauh apa pun mereka melangkah, kepedulian terhadap Kabupaten Kuningan sebagai tanah kelahiran harus tetap terjaga.

“IPMK Yogyakarta bukan hanyawadah berkumpul atau silaturahmi antar pelajar dan mahasiswa, lebih dari itu IPMK harus menjadi mitra strategis bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan,” ungkap Hero.

Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, alumni, dan berbagai elemen masyarakat untuk mendorong lahirnya program-program yang bermanfaat. Solidaritas, integritas, dan semangat kebersamaan menjadi modal utama agar IPMK dapat menjalankan perannya secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Hero turut menyampaikan aspirasi mahasiswa mengenai bantuan listrik gratis untuk asrama. Aspirasi tersebut kembali disampaikan sebagai tindak lanjut atas harapan yang pernah muncul pada pelantikan tahun sebelumnya, sekaligus sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan mahasiswa yang tinggal di asrama.***