KUNINGAN – Momentum halalbihalal Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kuningan tidak sekedar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan untuk membahas isu strategis dunia pendidikan, salah satunya kesejahteraan guru.
Ketua PGRI Kuningan, Ida Suprida, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuningan senantiasa berkomitmen dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, salah satunya guru honorer paruh waktu.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran daerah, kata dia, Pemkab Kuningan tetap memberikan perhatian nyata. Saat ini, guru paruh waktu menerima honor sebesar Rp750 ribu. Hal itu, lanjutnya, tidak semua daerah memiliki keistimewaan ditengah keterbatasan anggaran.
“Di daerah lain bahkan ada yang belum mendapatkan honor. Di Kuningan, alhamdulillah sudah ada, dan informasinya untuk bulan Maret atau April ini sudah mulai dicairkan,” ujarnya.
Selain kesejahteraan, peningkatan kompetensi guru juga menjadi perhatian serius. Pihaknya, mendorong pemanfaatan dana sertifikasi secara optimal, baik untuk pendidikan dan pelatihan (Diklat), maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Sementara itu, Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa momentum halalbihalal menjadi ruang refleksi sekaligus evaluasi bersama terhadap berbagai persoalan di sektor pendidikan, termasuk kesejahteraan guru.
