KUNINGAN – Pelaksanaan Karnaval dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kuningan ke-528 bakal berdampak pada arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Untuk mengantisipasi kepadatan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuningan menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan pola yang kurang lebih menyerupai skema Car Free Day (CFD).

Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kabupaten Kuningan, Reno Presna, mengatakan bahwa rekayasa tersebut dilakukan agar kendaraan tetap dapat bergerak meski sejumlah ruas jalan digunakan sebagai lintasan karnaval.

“Rekayasanya seperti CFD,” ujar Reno, Jumat, (12/9/2026).

Pada titik tertentu, kata dia, jalan Siliwangi dari depan Bank Jabar Banten (BJB) sampai Taman Kota Kuningan yang menjadi lintasan karnaval dan tidak dapat dilalui kendaraan. Dishub akan melakukan penutupan menggunakan water barrier atau pembatas jalan.

Pengamanan di lapangan juga akan melibatkan personel gabungan dari Dishub, kepolisian, serta Satpol PP untuk memastikan rekayasa berjalan sesuai kondisi arus kendaraan.

Salah satu titik yang akan mendapat pengaturan berada di jalur dari arah Makam Gede. Arus kendaraan akan dibagi menggunakan kerucut lalu lintas, termasuk kendaraan yang hendak menuju Jalan Baru Soelarno Hatta maupun kendaraan dari arah Pramuka menuju Juwita.

“Untuk jalan yang dilalui dan tidak bisa dilalui, kami ada perlengkapan jalan. Mungkin kita tutup dengan water barrier kemudian ada personel dari Dishub, kepolisian, dan Satpol PP yang kemungkinan juga turun,” jelasnya.

Selain kendaraan pribadi, Dishub juga memastikan angkutan umum tetap beroperasi. Namun, angkutan umum tidak diperbolehkan melintasi jalur yang menjadi lokasi pelaksanaan karnaval.

“Angkutan umum tidak diliburkan, tetap beroperasi di luar jalur karnaval,” katanya.

Bagi masyarakat yang hendak menuju kawasan Cisantana, Dishub juga telah menyiapkan jalur alternatif. Dari RSUD Kuningan ke barat menuju kantor  Bank BNI pengendara dapat mengikuti arah yang telah ditentukan petugas.

Kemudian, jalur lurus menuju SMP 2 Kuningan tetap dapat dilalui sehingga kendaraan masih bisa melanjutkan perjalanan menuju kawasan Kementerian Agama dan sekitarnya.

Untuk mendukung kelancaran rekayasa lalu lintas, Dishub Kuningan juga menyiapkan personel di sejumlah titik strategis. Petugas nantinya tidak hanya mengatur arus kendaraan, tetapi juga mengarahkan pengendara ke jalur alternatif apabila terjadi kepadatan.

Reno mengatakan, pengalaman menangani kegiatan serupa serta tersedianya sejumlah jalur alternatif menjadi modal penting untuk mengantisipasi kemacetan selama karnaval berlangsung.

“Antisipasi macet, kami sudah siapkan anggota untuk mengarahkan ke jalur-jalur mana. Titik-titik yang ditutup juga masih ada jalur-jalur lain yang bisa dilewati,” tutupnya.