
KUNINGAN – SMKN 3 Kuningan keluar sebagai juara kategori SMA/SMK/MA putra dalam Proton Super Cup Qualifiers Kabupaten Kuningan. Gelar itu diraih setelah mereka menundukkan SMK Pertiwi melalui adu penalti pada partai final di GOR Ewangga Kuningan, Selasa (18/8/2026) malam.
Proton Super Cup Qualifiers Kuningan berlangsung sejak 5 Agustus 2026. Turnamen tersebut menjadi ruang kompetisi bagi pelajar sekaligus bagian dari upaya memperluas pembinaan futsal di tingkat sekolah.
Laga final antara SMKN 3 Kuningan dan SMK Pertiwi berlangsung ketat. Kedua tim gagal menyelesaikan pertandingan dalam waktu normal sehingga penentuan juara harus dilakukan melalui adu penalti.
SMKN 3 Kuningan akhirnya tampil lebih tenang dari titik putih dan memastikan gelar juara.
Presiden Proton FC, Thony Indra Gunawan, mengatakan turnamen tersebut tidak hanya ditujukan untuk mencari juara. Proton Super Cup juga menjadi salah satu cara klub membangun jalur pembinaan pemain dari level sekolah.
“Proton Super Cup adalah cara kami menjaga ekosistem untuk terus tumbuh dan menemukan bakat-bakat muda yang memiliki kemampuan, jiwa kompetisi, dan siap bersaing di kancah profesional,” kata Thony.
Menurut dia, salah satu persoalan yang dihadapi pemain muda di daerah adalah terbatasnya kesempatan bertanding. Karena itu, Proton FC menempatkan agenda pemantauan pemain sebagai bagian penting dari penyelenggaraan turnamen.
Pelatih-pelatih senior Proton FC yang tersebar di 27 kabupaten/kota Jawa Barat dilibatkan untuk melakukan talent scouting selama kompetisi berlangsung.
Juara Kuningan Lanjut ke Level Jabar
Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Kuningan, Muhammad Rangga Gumilar, mengatakan Proton Super Cup merupakan agenda tahunan pembinaan futsal pelajar. Pada 2026, pelaksanaannya mendapat dukungan Proton FC di tingkat Asprov Jawa Barat.
Tidak hanya kategori SMA/SMK/MA putra, tiket ke tingkat provinsi juga diberikan kepada para juara dari kategori lainnya, yakni SD/MI, SMP/MTs putra dan putri, serta SMA/SMK/MA putri.
Para juara Kuningan akan menjadi wakil daerah pada Proton Super Cup tingkat Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026.
“Event ini sangat prestisius karena menjaring tim-tim terbaik dari SD hingga SMA/SMK. Otomatis para pemenang yang tampil di sini adalah representasi kekuatan terbaik Kabupaten Kuningan,” ujar Rangga.
Ia berharap para juara tidak berhenti pada keberhasilan di tingkat kabupaten. Kompetisi tingkat provinsi menjadi kesempatan berikutnya untuk menguji kualitas permainan sekaligus membuka peluang bagi pemain muda Kuningan mendapat perhatian lebih luas.
“Kami berharap mereka bisa berbicara banyak di level provinsi nanti,” katanya. ***





