Ia mengakui, meskipun Wamendagri menilai dapur SPPG Kasturi telah sesuai standar, pihaknya tetap berkomitmen melakukan perbaikan berkelanjutan. Baginya, program MBG bukan sekadar soal distribusi makanan, tetapi juga investasi bagi generasi penerus bangsa.
“SPPG ini untuk kemajuan generasi penerus, terutama para penerima manfaat. Karena itu, kami harus terus berbenah dan meningkatkan kualitas,” ujarnya.
Cecep juga menjelaskan bahwa SPPG Pelita Jiwa Mandiri Kasturi baru beroperasi sekitar tiga minggu. Dalam masa awal tersebut, pihaknya masih terus melakukan penyesuaian, baik dari sisi menu, manajemen, maupun pelayanan.
Indikator keberhasilan utama, menurut Cecep, adalah respons para penerima manfaat. “Kepuasan kami itu kalau ompreng pulang kosong atau sisanya sedikit. Artinya makanan kami bisa diterima,” katanya.
Selain itu, pengelola rutin melakukan monitoring ke sekolah-sekolah dan penerima manfaat untuk menyerap masukan dan saran. Evaluasi tersebut digunakan sebagai dasar perbaikan menu agar sesuai dengan selera dan kebutuhan gizi anak-anak.
Menindaklanjuti arahan Wamendagri, Cecep memastikan pihaknya telah mengelola media sosial sebagai sarana informasi publik. Konten yang diunggah mencakup menu harian, proses pengolahan, serta kandungan gizi makanan.
“Intinya, yang disampaikan Pak Wamen, tinggal dipertahankan dan ditingkatkan. Dari kebersihan, peralatan, sampai manajemen, semua harus sesuai standar,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Cecep juga menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan media yang selama ini ikut mengawal pelaksanaan program MBG. Ia berharap sinergi antara pemerintah, pengelola, dan media dapat terus terjaga demi keberhasilan program nasional tersebut. (ali)
