Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Peristiwa

Sudah Koordinasi Sampai ke Bupati, Tapi Belum Ada Hasil

KUNINGAN – Fenomena rumah tidak layak huni tak kunjung hilang dari pandangan dan gaya hidup modern Kabupaten Kuningan. Di Kelurahan Cipari, tepatnya di RT 17 RW 06, ada sebuah rumah yang sangat memprihatinkan. Rumah yang hampir roboh karena tidak mampu diperbaiki.

Rumah tersebut milik Rusma (70). Ayah dari 7 anak itu belum bisa memperbaiki huniannya karena kondisi kesehatan dan biaya. Sejak menjadi korban kecelakaan lalulintas pada 2018, dan saat ini menderita stroke, Rusma tidak bisa bekerja. Sehari-harinya dihabiskan di rumah untuk menjalani perawatan sealakadarnya.

“Bapak sakit sejak sebelum covid. Ketika zaman covid bapak masih perawatan, tapi sekarang kondisinya parah, struk dan tidak bisa aktivitas sama sekali,” ujar Ikah, salah satu anak dari Rusma, Selasa, (16/12/2025).

Meski kondisi rumah sangat tidak layak, menurutnya, tujuh dari anak kandung Rusma belum bisa membantu merenovasi. Masing-masing di antara mereka, terutama yang sudah berkeluarga, masih harus berjibaku berjuang kerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga masing-masing.

“Kalau hujan pasti bocor, air harus ditadah sama panci, baskom dan barang lainnya. Kalau hujannya malam hari, kami engga bisa tidur, takutnya banjir,” ujarnya.

Meski sakit parah dan memiliki BPJS, Rusma sudah lama tidak melakukan pemeriksaan medis. Harapan hidup dan kesehatannya hanya ia gantungkan pada cahaya matahari yang masuk melalui atap rumah yang bolong. Ia dan anaknya memilih tidak berobat karena keterbatasan biaya untuk ke dokter atau layanan kesehatan terdekat.

‎”Kalau kontrol kan harus pakai mobil, terus belum lagi obat yang harus dibayar,” tambah Ikah.

‎Kondisi itu mendapat perhatian khusus dari warga dan tokoh masyarakat setempat. Atang, salah satunya, menerangkan bahwa pihaknya sudah berupaya maksimal supaya kondisi rumah Rusma bisa segera diperbaiki dan kesehatannya juga bisa pulih. Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan, dinas, bahkan Bupati Kuningan, tetapi hasilnya masih nihil.

‎”Kami sudah bantu usulkan Rutilahu,” ujar Ketua Forum Masyarakat Kuningan itu.

‎Karena kondisi warganya sangat memprihatinkan, Atang meminta supaya pemerintah segera membantu keluarga Rusma, baik rumah maupun pemulihan kesehatannya. Tidak hanya itu, pihaknya juga berharap supaya, Rusma bisa mendapatkan bantuan sosial baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun pemerintah daerah.

‎”Kami sudah koordinasi dengan Ketua RW. Sambil menunggu bantuan, kami juga berinisiatif untuk membantu dari swadaya masyarakat,” tuturnya. (Icu)

Baca Juga :  Pleno Ricuh! Gerindra Kuningan Protes KPU dan Bawaslu soal Data Suara

Leave a Comment