
KUNINGAN – Prestasi datang dari tangan seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Kuningan pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Syaqilla Azzahra Pasya, siswi kelas 4B SDN Unggulan Kuningan, meraih Juara 1 Lomba Mewarnai Gambar Cagar Budaya Jawa Barat kategori usia 7–10 tahun.
Pemenang lomba diumumkan pada 17 Agustus 2026 kemarin. Ajang tersebut digelar Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Barat, Kementerian Kebudayaan RI, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan.
Lomba tidak sekadar menguji kemampuan anak dalam mengolah warna. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan cagar budaya kepada anak-anak sekaligus menumbuhkan ketertarikan mereka terhadap peninggalan sejarah dan kebudayaan.
Bagi Syaqilla, kemenangan tersebut menjadi catatan tersendiri. Prestasi itu diraih bertepatan dengan perayaan kemerdekaan, ketika anak-anak seusianya ikut mengisi hari bersejarah tersebut melalui berbagai kegiatan kreatif.
Kepala SDN Unggulan Kuningan, Uus Susanto, mengapresiasi capaian siswanya. Ia menilai prestasi Syaqilla menunjukkan bahwa pengembangan bakat anak tidak berhenti pada bidang akademik.
“Prestasi Syaqilla menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SDN Unggulan Kuningan. Di tengah momentum HUT ke-81 RI, prestasi ini menjadi gambaran nyata bagaimana generasi muda mengisi kemerdekaan dengan karya,” kata Uus.
Ia berharap kemenangan tersebut tidak membuat Syaqilla cepat berpuas diri. Menurut dia, kemampuan yang dimiliki perlu terus diasah agar berkembang menjadi kepercayaan diri dan kreativitas yang lebih kuat.
“Kami berharap Syaqilla terus tumbuh menjadi anak yang percaya diri, kreatif, mencintai budaya bangsa, dan tidak pernah berhenti berkarya,” ujarnya.
Uus mengatakan sekolah akan terus memberi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan mereka. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada prestasi akademik, tetapi juga olahraga, seni visual, teknologi, serta pemajuan kebudayaan lokal.
Bagi sekolah, kemenangan Syaqilla menjadi pengingat bahwa pengenalan budaya kepada anak dapat dilakukan dengan cara yang dekat dengan dunia mereka: bermain, berkreasi, dan berkarya. ***





