Cikalpedia
”site’s ”site’s
Pendidikan

Tak Berlarut, Masalah Akses Jalan SDN 2 Linggajati Ditangani Cepat

para pekerja mulai merapihkan material yang mengganggu akses ke SDN 2 Linggajati. (Istimewa)

KUNINGAN — Persoalan material bangunan yang sempat menghalangi akses jalan pintu gerbang SD Negeri 2 Linggajati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, langsung mendapat respons cepat di lapangan. Para pekerja proyek bersama Babinsa Kodim 0615/Kuningan bergerak merapikan material yang menumpuk di badan jalan dan area gerbang sekolah.

Pantauan di lokasi, sejak pagi hari para pekerja dibantu Babinsa mulai mengevakuasi material bangunan yang sebelumnya menyisakan ruang sempit bagi kendaraan dan pejalan kaki. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kembali kelancaran akses keluar-masuk sekolah serta mengurangi risiko keselamatan bagi siswa.

Hingga siang hari, Selasa (3/2/2026), seluruh material yang mengganggu akses jalan telah diamankan dan ditata ulang sesuai harapan pihak sekolah dan warga. Akses menuju gerbang SDN 2 Linggajati kini sudah dapat dilalui kendaraan dengan lebih nyaman dan aman.

Salah seorang wali murid mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan para pekerja dan Babinsa. Menurutnya, respons tersebut menunjukkan adanya kepedulian terhadap keselamatan siswa dan kelancaran aktivitas pendidikan.

“Alhamdulillah hari ini sudah ada tindakan langsung. Akses sudah jauh lebih longgar dan aman. Kami berharap kondisi ini bisa terus dijaga ke depannya,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, akses utama menuju SD Negeri 2 Linggajati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, kini terhalang matrial bangunan di Desa Linggajati. Pembangunan yang memakan badan jalan itu menutup sebagian gerbang sekolah dan menimbulkan kekhawatiran serius terkait keselamatan siswa serta kelancaran operasional sekolah.

Material bangunan tampak menumpuk di sekitar area gerbang, menyisakan ruang sempit yang sulit dilalui kendaraan. Kondisi ini semakin terasa saat jam masuk dan pulang sekolah, ketika puluhan siswa dan orang tua memadati area tersebut.

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya, mengatakan keberadaan pondasi itu telah mengganggu aktivitas sekolah sejak awal pembangunan dimulai. Ia menilai risiko keselamatan siswa menjadi persoalan paling mendesak.

Baca Juga :  Ika Siti Rahmatika: Perempuan Butuh Perlindungan, Bukan Sekedar Pemberdayaan

Related posts

Bina Hidup, Bangun Harapan: Lapas Kuningan Cetak Warga Binaan Jadi Manusia Mandiri

Cikal

Sempat Dikunjungi Wakil Bupati, Rumah Rusma Mulai Direnovasi

Ceng Pandi

Pancasila, Anak Muda, dan Tantangan Global

Ceng Pandi