
KUNINGAN – Tanah longsor terjadi di Dusun Cipipisan, RT 001 RW 001, Desa Tundagan, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan, Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 17.15 WIB.
Kejadian tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari.
Berdasarkan laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan, longsor terjadi pada tebing di belakang rumah milik Juherna (47), yang dihuni satu keluarga dengan empat jiwa. Tebing sepanjang 7 meter, tinggi 6 meter, dan lebar 1 meter tersebut ambruk dan mengancam bagian dapur rumah berukuran sekitar 2 x 3 meter.
Beruntung, kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa. Namun, satu unit rumah terancam terseret apabila terjadi longsor susulan.
Tim dari BPBD Kuningan segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen cepat. Penanganan darurat pun langsung dilakukan dengan melibatkan aparat desa, kecamatan, unsur TNI-Polri, serta masyarakat setempat.
Para pihak gotong royong membersihkan material longsoran, memasang ceruk bambu, serta tanggul penahan menggunakan karung berisi tanah sebagai langkah antisipasi.
“Kami mengimbau warga, khususnya pemilik rumah, agar tetap waspada mengingat potensi longsor susulan masih ada,” ujar Indra Bayu Permana, selaku Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Kamis (2/4/2026)
Adapun kebutuhan mendesak di lokasi kejadian meliputi terpal dan karung untuk mendukung upaya penanganan sementara. Pihaknya bersama pemerintah desa juga akan terus berkoordinasi untuk langkah penanganan lanjutan.
BPBD juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. (Icu)




