KUNINGAN – Kekosongan kursi Direktur Utama Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kabupaten Kuningan tidak mengganggu operasional kegiatan sebagaimana mestinya. Segala bentuk usaha yang dikelola berjalan normal.
Hal itu diungkapkan Humas yang juga bagian dari Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan PDAU, Septian Aditya, kepada Cikalpedia.id., Senin (10/11/2025)
Menurut sosok yang akrab disapa Adi tersebut, kekosongan direktur tidak menjadi faktor penghambat atau penurunan semangat karyawan dalam menuntaskan kewajiban sebagai pekerja PDAU.
”Kami seperti biasa bekerja sesuai tugas pokok masing-masing, tidak adanya direktur, objek wisata masih beroperasi,” ujarnya.
Lebih jauh, ketika ditanya harapan direktur baru yang akan memimpin perusahaan itu, Adi, berharap sosok penggantinya mampu memahami terlebih dahulu Peraturan Daerah No. 11 tahun 2019 tentang Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Kabupaten Kuningan.
”Harapan saya sesuai apa yang tertera dalam perda No. 11 tahun 2019, Dirut yang baru nanti seharusnya paham terkait perda tersebut,” tambahnya.
Selain itu, Adi juga berharap sosok direktur yang baru nanti mampu membawa angin segar bagi kemajuan perusahaan, khususnya dalam hal pengelolaan unit-unit usaha yang berada di bawah naungan PDAU. Menurutnya, potensi yang dimiliki PDAU cukup besar jika dikelola dengan strategi yang tepat dan profesional.
“PDAU ini punya banyak unit usaha yang bisa dikembangkan, mulai dari sektor wisata, perdagangan, hingga jasa. Kami berharap ke depan ada inovasi, ada gebrakan baru yang bisa menghidupkan kembali semangat kerja karyawan sekaligus meningkatkan pendapatan daerah,” katanya.
Mengenai tahapan penggantian posisi pimpinannya itu, Adi mengaku, informasi yang diterimanya menyebutkan bahwa proses seleksi calon direktur baru PDAU masih menunggu keputusan resmi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan.
Karena itu, hingga saat ini, belum ada keterangan pasti mengenai siapa saja kandidat yang akan menempati posisi tersebut.
Beberapa pihak menilai, posisi direktur PDAU memiliki peran strategis dalam menentukan arah dan kebijakan perusahaan daerah tersebut, terutama dalam upaya memulihkan kinerja pascapandemi serta memperkuat kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Kami semua berharap yang terbaik. Siapa pun yang nanti terpilih, semoga bisa menjalankan amanah dengan baik dan membawa PDAU lebih maju,” harap Adi.
Dengan adanya isu yang beredar mengenai keterlambatan honor karyawan di bawah naungan PDAU, Adi menyampaikan harapannya agar direktur baru nantinya dapat memberikan perhatian khusus terhadap hak-hak karyawan. Ia menekankan pentingnya ketepatan waktu dalam pembayaran gaji sebagai bentuk penghargaan atas kinerja para pegawai.
”Pelunasan hutang gaji dan pembayaran gaji dapat berjalan secara tepat waktu,” pungkasnya. (Icu)
