Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Hukum

Terjebak Jalan Buntu, Polisi Ringkus Geng Motor Bersajam di Harjamukti

Polisi mengamankan remaja yang hendak tawuran./Dok.Ist

CIREBON – Langkah sigap Tim Maung Samapta Polres Cirebon Kota berhasil meredam potensi pertumpahan darah di jalanan. Sebuah gang buntu di kawasan Jalan Angkasa Raya, Kecamatan Harjamukti, menjadi titik akhir pelarian sekelompok pemuda bersenjata tajam yang diduga kuat hendak menggelar aksi tawuran, Sabtu (9/5/2026) dini hari.

Patroli rutin yang menyisir jam-jam rawan ini berbuah hasil saat petugas mencurigai gerak-gerik sejumlah pengendara motor yang melaju berboncengan tiga. Alih-alih berhenti saat diminta, para pemuda ini justru memacu gas, memicu aksi kejar-kejaran yang berakhir dramatis di sebuah jalan buntu.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan lima pemuda, yakni MA (18), BP (18), RM (18), OABP (23), serta seorang pelajar berinisial IM (16). Dari tangan mereka, petugas menyita empat senjata tajam yang mengerikan: dua bilah celurit panjang dan dua buah corbek.

Kasat Samapta Polres Cirebon Kota, AKP Joni, mengungkapkan bahwa aksi semacam ini kerap dipicu oleh motivasi dangkal di media sosial. “Aksi tawuran belakangan meresahkan karena sering dilakukan secara spontan demi konten media sosial, tanpa memikirkan risiko hukum maupun keselamatan jiwa,” ujarnya.

Fenomena “tawuran konten” ini menjadi tantangan baru bagi kepolisian. Para pelaku seolah sengaja memamerkan senjata dan konvoi di dunia maya guna memancing nyali kelompok lawan, yang seringkali berujung pada korban luka hingga nyawa melayang di dunia nyata.

Kelima terduga pelaku kini mendekam di Mako Polres Cirebon Kota untuk menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik tengah mendalami asal-usul senjata tajam tersebut serta kemungkinan keterlibatan kelompok lain yang terhubung dalam rencana bentrokan ini.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, menegaskan bahwa patroli dini hari akan terus diintensifkan. Ia juga melempar peringatan keras kepada para orang tua agar lebih ketat mengawasi aktivitas anak mereka selepas jam malam.

Baca Juga :  Tiga Pengedar Narkoba Dibekuk Polres Kuningan, Salah Satunya Ditangkap di Rest Area Panawuan

“Jangan biarkan anak-anak berkeliaran hingga dini hari. Pengawasan orang tua adalah benteng pertama agar mereka tidak terjebak dalam ajakan tawuran di media sosial yang membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tutup Aris. ***

Penulis: Frans ‖ Editor: Ali