KUNINGAN — Riuh rendah pemberitaan seputar penangkapan Kepala BGN, Dadan Hindayana, berbuntut panjang hingga ke daerah. Keluarga besar Ahmad Apandi akhirnya angkat bicara setelah nama Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, ikut diseret-seret dan diklaim memiliki hubungan kekerabatan dengan Dadan. Pihak keluarga mengaku berang dan merasa tersinggung atas narasi yang beredar tersebut.

Mewakili keluarga besar, Trias Andriana menegaskan bahwa isu yang berembus di sejumlah pemberitaan sama sekali tidak berdasar. Ia memastikan bahwa keluarga Ahmad Apandi tidak memiliki kedekatan, apalagi hubungan darah dengan sosok Dadan Hindayana.

“Dadan itu bukan siapa-siapa di keluarga kami. Malah kami baru tahu wajahnya ya kemarin itu, pas fotonya ramai di berita,” ujar Trias, Jumat (5/6).

Bantah Hubungan Sepupu

Trias menyayangkan sikap sejumlah pihak yang langsung mengaitkan posisi Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, dengan pusaran kasus Dadan atas dasar ikatan keluarga. Menurutnya, framing seperti itu merugikan nama baik keluarga karena menciptakan opini publik seolah-olah ada relasi khusus di antara mereka.

“Kalau memang sepupu dari almarhum atau bagian dari keluarga besar Ahmad Apandi, kami pasti kenal. Nah, ini (Dadan) siapa? Kami jelas tersinggung nama keluarga besar kami dibawa-bawa,” tuturnya dengan nada kecewa.

Ia juga menepis keras rumor spesifik yang menyebut Dadan sebagai sepupu dari Tuti Andriani. “Intinya kami tidak terima kalau dia dibilang sepupunya Tuti. Itu tidak benar,” tegas Trias.

Minta Publik Lebih Jeli

Pihak keluarga menduga isu kedekatan ini sengaja diembuskan memanfaatkan momentum panasnya pemberitaan penangkapan Dadan Hindayana. Karena minim konfirmasi, nama Wakil Bupati Kuningan pun akhirnya ikut terseret arus opini liar di jagat maya.

Menyikapi hal ini, keluarga besar Ahmad Apandi mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dan menyaring informasi yang beredar. Mereka juga meminta awak media untuk lebih tertib melakukan verifikasi sebelum mengeklaim hubungan personal atau silsilah keluarga seseorang agar tidak memicu bola liar di tengah masyarakat.

Hingga saat ini, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani belum memberikan pernyataan langsung secara personal terkait bantahan yang dirilis oleh keluarga besarnya tersebut. ***