
KUNINGAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan mulai menggulirkan langkah baru untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar. Salah satu programnya yakni Pengembangan Sekolah Berbasis Potensi dan Citra Sekolah Dasar atau disingkat PESONA SD.
Program tersebut disosialisasikan kepada ratusan kepala sekolah dasar se-Kabupaten Kuningan dalam kegiatan yang digelar di Aula Disdikbud Kuningan, Kamis, (23/7/2026).
Program PESONA SD hadir sebagai strategi untuk mendorong setiap sekolah memiliki identitas, karakter, dan keunggulan yang khas. Selama ini, masih banyak sekolah yang belum memetakan potensi yang dimiliki secara optimal, sehingga keunggulan sekolah belum dikenal luas oleh masyarakat.
Selain itu, konsep branding sekolah yang terarah dan berkelanjutan dinilai masih belum berkembang, begitu pula budaya pelayanan yang menjadi bagian penting dalam membangun citra positif sebuah satuan pendidikan.
Kondisi tersebut berdampak pada masih adanya kesenjangan persepsi masyarakat terhadap kualitas sekolah dasar. Tidak sedikit sekolah yang dinilai hanya berdasarkan lokasi, jumlah peserta didik, atau persepsi lama yang berkembang di lingkungan sekitar.
Akibatnya, sejumlah sekolah menghadapi tantangan berupa rendahnya minat masyarakat, terbatasnya partisipasi orang tua, hingga belum tumbuhnya rasa bangga warga sekolah terhadap institusinya.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Kabupaten Kuningan, Surya, mengatakan PESONA SD dirancang untuk menjadi model pengembangan sekolah yang mampu memetakan potensi dan keunggulan setiap satuan pendidikan, sekaligus memperkuat identitas sekolah melalui budaya positif, peningkatan kualitas layanan, dan inovasi yang berkelanjutan.
”PESONA SD merupakan langkah strategis dalam mendorong transformasi sekolah agar lebih adaptif, berkarakter, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan. Setiap sekolah memiliki potensi yang berbeda dan keunggulan yang dapat dikembangkan menjadi identitas yang membanggakan,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan sekolah berbasis potensi tidak semata-mata berkaitan dengan penampilan fisik maupun promosi sekolah.
Lebih dari itu, kata dia, program tersebut diarahkan untuk membangun budaya sekolah yang positif, memperkuat karakter seluruh warga sekolah, meningkatkan kualitas pelayanan, serta melahirkan inovasi yang mampu meningkatkan daya saing sekolah secara sehat.
”Melalui program ini, kami ingin setiap sekolah mampu mengenali, mengembangkan, dan menampilkan keunggulannya sehingga menjadi pilihan utama masyarakat,” katanya.
Ia berharap sekolah mampu menghadirkan layanan pendidikan yang lebih berkualitas sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap sekolah dasar di Kabupaten Kuningan.
Tak hanya itu, ia juga mengajak seluruh kepala sekolah untuk berkomitmen mengimplementasikan Program PESONA SD secara konsisten sesuai karakteristik dan potensi masing-masing sekolah.
”Kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan,” tutupnya.




