KUNINGAN – Kabar baik bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pasangan muda di Kabupaten Kuningan. Pemerintah Kabupaten Kuningan sedang menyiapkan program pembangunan perumahan terjangkau yang rencananya akan dibangun di wilayah timur Kuningan.

‎Dua lokasi yang tengah dipersiapkan yakni Kecamatan Cidahu dan Kecamatan Luragung. Program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi dalam memiliki hunian yang layak.

‎Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, mengatakan persiapan program tersebut saat ini sedang dilakukan melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan.

‎“Rencananya di dua titik, di Cidahu dan di Luragung. Ini sangat diperlukan,” ujar Dian, Senin (14/9/2026).

‎Menurutnya, kebutuhan rumah layak dan terjangkau masih menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah. Terlebih, kata dia, masyarakat dengan penghasilan terbatas kerap menghadapi kendala ketika harus menyediakan uang muka maupun membayar cicilan rumah.

‎Oleh karena itu, skema pembiayaan dalam program tersebut dirancang agar lebih mudah dijangkau masyarakat.

‎“Bunganya juga sangat rendah, tanpa uang muka. Ini kan sangat diperlukan juga,” katanya.

‎Skema tersebut diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi masyarakat Kuningan untuk memiliki rumah sendiri, khususnya mereka yang selama ini masih tinggal di rumah orang tua, mengontrak, atau belum memiliki hunian yang memadai.

‎Tak hanya menyasar masyarakat berpenghasilan rendah secara umum, program perumahan tersebut juga dinilai dapat menjadi solusi bagi pasangan muda yang tengah memulai kehidupan berkeluarga.

‎“Cocok untuk pasangan muda-muda,” ujar Dian.

‎Meski lokasi telah diarahkan di Cidahu dan Luragung, pemerintah daerah masih melakukan kajian terkait tahapan pembangunan. Karena itu, waktu pelaksanaan pembangunan belum ditetapkan secara pasti.

‎Pemkab Kuningan melalui dinas terkait masih perlu memastikan berbagai aspek, mulai dari kesiapan lokasi, perencanaan teknis, skema pembiayaan hingga mekanisme agar program tersebut benar-benar dapat menyasar masyarakat yang membutuhkan.

‎Di tengah keterbatasan anggaran daerah, program perumahan tersebut juga akan berjalan beriringan dengan berbagai kebutuhan pembangunan lainnya.

‎Pemkab Kuningan tetap menempatkan pembangunan infrastruktur jalan sebagai salah satu prioritas. Selain itu, penanganan irigasi, penguatan UMKM dan penyediaan air bersih juga menjadi agenda pembangunan yang harus dilakukan secara simultan.

‎Dian mengatakan besaran anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan pada tahun mendatang masih dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

‎“Yang pasti menjadi prioritas dan saya pastikan besar, sangat besar dibanding dengan sektor lain. Tapi bukan berarti sektor lain juga ditiadakan atau dikesampingkan. Masih juga harus berjalan, itu kan harus simultan,” jelasnya.