
KUNINGAN — Sekitar 30 siswa di Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, mendapat perawatan di Puskesmas Ciwaru setelah mengeluhkan mual, muntah dan pusing, Senin (14/9/2026). Keluhan muncul sekitar satu jam setelah mereka menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Makanan dibagikan kepada siswa sekitar pukul 08.00 WIB Sekitar pukul 09.00 WIB, sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak enak. Beberapa di antaranya muntah.
Pihak sekolah kemudian menghubungi Puskesmas Ciwaru. Tim medis datang ke sekolah untuk memeriksa para siswa. Mereka yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dibawa ke puskesmas.
Kepala Puskesmas Ciwaru Yuyu Yuningsih menyampaikan 30 siswa mendapat perawatan. Sebanyak 29 siswa berasal dari SMPN 2 Ciwaru dan satu lainnya merupakan siswa SDN Lebakherang.
“Waktu ada telepon, kami langsung ke sekolah membawa tim. Kami periksa semua,” kata Yuyu.
Menurut Yuyu, beberapa siswa memang memiliki riwayat sakit. Namun, setelah makanan dibagikan, muncul keluhan mual dan muntah pada sejumlah siswa lainnya.
Kondisi para siswa yang menjalani perawatan kini berangsur membaik. Yuyu mengatakan tidak ada pasien yang berada dalam kondisi mengkhawatirkan.
Petugas kesehatan lingkungan mengambil sampel makanan untuk mencari tahu penyebab keluhan tersebut. Sampel yang diperiksa antara lain ayam, tahu, sayuran dan buah dari menu MBG yang dikonsumsi siswa.
Sampel itu selanjutnya diperiksa di laboratorium. Hasil pemeriksaan belum dapat diketahui pada hari yang sama.
“Kalau E. coli membutuhkan waktu sekitar 24 jam, jadi belum bisa langsung memberikan keterangan. Hasilnya diperkirakan besok sekitar pukul 13.00 WIB,” ujar Yuyu.
Karena itu, Yuyu belum menyimpulkan bahwa keluhan para siswa disebabkan oleh makanan MBG. Pemeriksaan laboratorium masih diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Makanan yang dikonsumsi para siswa tersebut berasal dari MBG 1 Ciwaru.
Jumlah pasien yang cukup banyak membuat sejumlah siswa harus ditempatkan di area lain di Puskesmas Ciwaru, termasuk lorong. Namun, Yuyu mengatakan kondisi itu tidak menghambat pelayanan.
“Alhamdulillah semuanya bisa terlayani. Tidak ada yang mengkhawatirkan. Kami standby untuk memberikan pelayanan terbaik,” katanya.
Sementara itu, para siswa yang mendapat perawatan masih dipantau petugas kesehatan. Hingga Senin siang, kondisi mereka dilaporkan membaik.
Hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi penentu apakah terdapat kontaminasi pada makanan yang disantap para siswa atau ada penyebab lain di balik munculnya keluhan tersebut. ***





