Cikalpedia
”site’s ”site’s
Pemerintahan

Uha Sebut Kinerja Bupati Kuningan Melesat, Jika Mau Kritik Harus Berbasis Data, Bukan Asbun

ketua LSM Frontal, Uha Juhana

Dalam bidang ketenagakerjaan, Pemkab Kuningan meluncurkan program pembukaan lowongan kerja dalam 100 hari kerja. Dari 6.765 pelamar, sebanyak 1.481 tenaga kerja berhasil terserap. Dampaknya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 7,78 persen menjadi 7,59 persen pada 2025.

Sementara itu, angka kemiskinan juga menunjukkan tren penurunan signifikan. Data BPS mencatat tingkat kemiskinan Kuningan turun menjadi 10,74 persen, atau berkurang sekitar 12.160 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.

Tak hanya jumlah, indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan juga menurun. Indeks kedalaman kemiskinan turun dari 2,02 menjadi 1,38, sementara indeks keparahan kemiskinan turun dari 0,53 menjadi 0,26.

“Ini menunjukkan bahwa program pengentasan kemiskinan berjalan dan menyentuh kelompok paling rentan,” ujar Uha.

Ia menambahkan, penunjukan Kuningan sebagai daerah percontohan program pengentasan kemiskinan oleh BP Taskin RI menjadi bukti kepercayaan pemerintah pusat terhadap kinerja daerah.

Di bidang tata kelola fiskal, Pemkab Kuningan berhasil melunasi tunda bayar sebesar 96,7 miliar lebih cepat dari jadwal. Kondisi ini memperkuat ruang fiskal untuk mendukung program prioritas, terutama infrastruktur.

Sepanjang 2025, pemerintah daerah mengalokasikan 53 miliar untuk perbaikan 153 ruas jalan, serta 27 miliar untuk perbaikan jalan lingkungan desa melalui Disperkimtan.

“Kalau ini disebut tidak berdampak, saya kira masyarakat desa yang jalannya diperbaiki bisa menjawab sendiri,” kata Uha.

Uha menegaskan, pihaknya tidak menolak kritik terhadap pemerintah daerah. Namun ia mengingatkan agar kritik disampaikan secara proporsional dan bertanggung jawab.

“Kritik itu vitamin demokrasi. Tapi kalau tidak berbasis data, justru menjadi racun bagi iklim usaha dan kepercayaan publik,” ujarnya.

Menurut Uha, Kadin sebagai mitra strategis pemerintah semestinya berperan membangun optimisme dan kolaborasi, bukan memperkeruh persepsi publik dengan pernyataan yang tidak terverifikasi.

Baca Juga :  SMAN Mandirancan Ukir Sejarah, Tembus 3 Besar Nasional IEFC 2025

“Kalau ingin mengkritik, silakan. Tapi tunjukkan datanya, bandingkan indikatornya, dan tawarkan solusinya. Jangan asal bunyi,” kata dia.

Uha menutup dengan menyatakan bahwa capaian Bupati Kuningan sepanjang 2025 bukan hanya prestasi personal, melainkan hasil kerja kolektif birokrasi dan masyarakat. Ia menilai, fondasi pembangunan yang telah diletakkan akan menjadi modal penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah ke depan.

“Ini bukan akhir, tapi pijakan. Dan pijakan itu, sejauh ini, berada di jalur yang benar,” ujar Uha. (ali)

Related posts

BPR Kuningan Bantu Cegah Karhutla Ciremai, Bangun Embung di Dua Desa

Cikal

Alat Peraga STEM Tingkatkan Gairah Belajar Matematika

Ceng Pandi

Seleksi JPT Pratama Pemkab Kuningan Masuki Tahapan Penulisan Makalah, 17 Pejabat Berebut 4 Pos Strategis

Cikal

Leave a Comment