KUNINGAN – Suasana di mess relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Ciporang 1 mendadak panik setelah seekor ular picung muncul di area bangunan yang berada di Lingkungan Ciketug RT 03/RW 01, Kelurahan Ciporang, Kecamatan Kuningan, Minggu (24/5/2026) sore.

‎Ular sepanjang kurang lebih 50 sentimeter itu pertama kali terlihat saat salah seorang relawan sedang membersihkan area mess. Kemunculan reptil tersebut sontak membuat penghuni sekitar khawatir karena dinilai membahayakan keselamatan relawan yang berada di lokasi.

‎Merasa situasi tidak aman, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Call Center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan sekitar pukul 16.10 WIB untuk meminta bantuan evakuasi.

‎Petugas Damkar langsung bergerak menuju lokasi beberapa menit setelah laporan diterima. Namun sebelum tim tiba, ular tersebut ternyata berhasil ditangkap lebih dulu oleh warga sekitar.

‎Andri Arga Kusuma, selaku Kepala UPT Damkar Kuningan mengungkapkan bahwa petugas hanya melakukan serah terima ular yang diindikasi sejenis picung.

‎”Kebetulan sudah dievakuasi oleh warga sekitar. Kami hanya menerima ular tersebut. Namun, tadi kami juga sedikit memberikan edukasi kepada warga mengenai langkah penanganan awal saat menemukan hewan berbahaya,” ujarnya.

‎Ia menyebut, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka. “Penanganan selesai dilakukan kurang lebih pukul 16.33 WIB dalam kondisi aman dan terkendali,” tambahnya.

‎Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat membersihkan area yang lembap, semak, atau bangunan yang jarang digunakan karena berpotensi menjadi tempat persembunyian ular.

‎Sebagai informasi, ular picung dikenal sebagai Rhabdophis subminiatus yang merupakan salah satu reptil berbahaya karena memiliki bisa dan racun. Selain itu, ular tersebut juga memiliki ciri khas yang berbeda dari sejenisnya. Coraknya memiliki warna tubuh yang hijau zaitun atau kecokelatan dengan khas kemerahan atai orange di bagian lehernya.