KUNINGAN – Keberhasilan tim bola voli putri Wahana Ajaib Kuningan menembus final Kejuaraan Nasional Bola Voli Indoor Putri U-18 tak hanya disambut tepuk tangan para pendukungnya. Di Pendopo Kabupaten Kuningan, Kamis, (21/5/2026) malam, capaian itu diterima sebagai penanda bahwa olahraga daerah mulai mampu berbicara di level nasional.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menerima langsung para atlet, pelatih, dan jajaran official Wahana Ajaib Kuningan. Dalam agenda tersebut, pemerintah daerah menyerahkan piagam penghargaan serta uang kadeudeuh kepada tim yang sukses meraih posisi runner-up nasional pada Kejurnas Voli Indoor Putri U-18.

Turut hadir tokoh nasional asal Kuningan, Andi Gani Nena Wea, yang juga memberikan bonus pembinaan bagi para atlet. Dukungan itu disampaikan melalui sambungan video kepada seluruh pemain dan official.

Di hadapan para atlet muda, Dian mengatakan pencapaian Wahana Ajaib bukan prestasi biasa. Menurut dia, persaingan di tingkat nasional, khususnya kelompok usia 18 tahun antar klub, menjadi arena yang ketat dan membutuhkan pembinaan serius sejak dini.

“Ini bukan prestasi sembarangan. Kuningan mampu menunjukkan diri di tingkat nasional,” kata Dian.

Ia menilai keberhasilan tersebut lahir dari disiplin latihan, kekompakan pemain, dan dukungan organisasi yang berjalan baik. Dian secara khusus menyebut peran Ketua PBVSI Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, bersama tim pelatih dan official yang dinilai konsisten membina atlet muda voli di daerah.

Bagi Dian, posisi juara kedua justru menjadi tanda bahwa peluang meraih gelar tertinggi masih terbuka lebar. Ia menyebut capaian itu sebagai “kemenangan yang tertunda”.

“Tidak salah kalau kita bermimpi tahun depan bisa menjadi juara pertama,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan para pemain yang memenuhi ruang pendopo. Sebagian atlet tampak masih membawa medali dan atribut pertandingan nasional yang baru mereka jalani.

Sementara itu, Andi Gani Nena Wea mengatakan dirinya bangga karena tim asal Kuningan mampu bersaing di pentas nasional. Ia berharap capaian tersebut dapat memantik semangat generasi muda lain untuk menekuni olahraga voli secara lebih serius.

“Saya yakin tahun depan pasti bisa meraih posisi nomor satu,” kata Andi Gani.

Ketua PBVSI Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, menyebut keberhasilan Wahana Ajaib menjadi energi baru bagi pembinaan atlet voli putri di daerah. Menurut dia, setelah Kejurnas U-18, tim akan langsung dipersiapkan menghadapi Kejurnas U-19 yang dijadwalkan berlangsung Agustus mendatang.

PBVSI, kata Nuzul, juga mulai memperkuat komposisi tim dengan menambah pemain usia 19 tahun. Ia berharap prestasi tersebut mampu menarik minat talenta muda Kuningan untuk masuk ke dunia bola voli.

“Harapan kita prestasi ini memancing motivasi talenta muda Kuningan untuk bergabung dan menekuni olahraga voli,” ujarnya.

Ia menambahkan seluruh pemain kini telah ber-KTP Kuningan sebagai bagian dari penguatan pembinaan daerah. Langkah itu dinilai penting agar regenerasi atlet berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Pertemuan di Pendopo Kuningan itu berlangsung hangat. Para atlet bergantian menerima penghargaan sambil berfoto bersama. Di tengah keterbatasan fasilitas dan persaingan olahraga nasional yang semakin kompetitif, capaian Wahana Ajaib menjadi penanda bahwa pembinaan olahraga daerah masih mampu melahirkan prestasi. ***