Adapun Ketua Umum Akuatik Indonesia Garut, Agus Ismail, menyebut jumlah peserta tahun ini merupakan yang terbesar sepanjang penyelenggaraan di Garut. Tercatat 1.538 atlet turun bertanding pada lebih dari 6.300 nomor, mencakup long course, short course, hingga BK Porprov. Ia berterima kasih pada pemerintah daerah yang ikut mendorong terselenggaranya event berskala besar tersebut. Menurutnya, renang adalah cabang olahraga dengan potensi medali terbanyak dan karena itu perlu dipupuk sejak dini.
Namun suasana paling emosional justru terlihat di area tribun. Di sanalah para orang tua memeluk harapan, kecemasan, dan kebanggaan dalam waktu bersamaan. Setiap kali starter berbunyi, mereka menahan napas, setiap kali anak mereka menyentuh dinding finis, mereka berdiri dan bertepuk sekuatnya.
Seorang orang tua atlet menyampaikan perasaan yang mungkin mewakili ratusan lainnya. “Ini seperti ujian mental. Anak harus mengalahkan dirinya sendiri, mengalahkan catatan terakhirnya. Bagi kami, inilah panggungnya. Kami bangga melihat keberanian mereka,” tuturnya, Sabtu (25/10/2025).
Ia melanjutkan, renang bukan hanya soal kecepatan, tetapi pembentukan karakter. Menang atau kalah, anak belajar menghadapi tekanan, merawat disiplin, dan menghormati proses.
“Melihat anak berdiri di starting block itu rasanya luar biasa. Kami tahu setiap detik latihan, setiap lelah, ada artinya,” katanya.
Bagi sebagian keluarga, keberadaan event seperti ini juga menjadi bukti bahwa jerih payah mereka tak sia-sia. Biaya latihan, perjalanan, peralatan, hingga waktu akhir pekan yang habis di kolam renang terasa terbayar pada hari-hari seperti ini.
Pada akhirnya, kejuaraan di Garut bukan hanya tentang siapa yang tercepat menyentuh dinding. Ia adalah panggung bagi daerah untuk menunjukkan kesiapan, panggung bagi atlet untuk berdiri melawan dirinya sendiri, dan panggung bagi orang tua untuk merayakan perjuangan sepelan apa pun progres itu datang.
Dan ketika kolam Talaga Bodas kembali tenang, Garut sudah mencatatkan satu hal bahwa keyakinan, dukungan, dan kebanggaan dari tribun hingga podium bisa menjadi energi panjang untuk prestasi yang lebih besar di masa depan. (ali)
