KUNINGAN – Antusiasme masyarakat terhadap ajang penghargaan “Pangajen Rakyat Pinunjul” yang digagas komunitas Waroenk Rakyat ternyata melampaui ekspektasi penyelenggara. Sejak resmi dibuka pada 20 April 2026 hingga ditutup pada 20 Mei 2026, ratusan nama dari berbagai latar belakang masuk sebagai calon penerima penghargaan.

‎Sebanyak 105 pendaftar dari berbagai nominator yang sudah ditentukan oleh panitia mulai dari Guru Pinunjul, Petani Pinunjul, Pedagang Kecil Pinunjul, Buruh Pinunjul, hingga Marbot Pinunjul tercatat ikut meramaikan ajang penghargaan yang disebut-sebut sebagai bentuk apresiasi terhadap sosok-sosok sederhana namun berdampak besar di tengah masyarakat.

‎Ajang tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan, mulai dari Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, hingga organisasi kemasyarakatan yang memiliki kedekatan nilai dengan tema penghargaan tersebut.

‎Ketua Pelaksana, M. Dzikri Caesar Ryansyah, mengaku terharu melihat tingginya dukungan masyarakat terhadap program yang bertujuan mengangkat sosok-sosok inspiratif yang selama ini jarang mendapat sorotan publik.

‎“Alhamdulillah, niat kami untuk mencari mutiara-mutiara terpendam melalui ajang Pangajen Rakyat Pinunjul telah menyelesaikan fase pertama, yakni pendaftaran hingga penutupan. Terus terang, dukungan yang datang benar-benar di luar ekspektasi kami,” ujarnya, Kamis, (21/5/2026).

‎Menurut Dzikri, ide penghargaan tersebut lahir dari diskusi panjang yang sempat diwarnai perdebatan internal. Namun pada akhirnya, kata dia, seluruh tim sepakat untuk menghadirkan penghargaan yang berbeda dari kebanyakan ajang seremonial lainnya.

‎Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihaknya memilih memberikan ruang apresiasi kepada sosok-sosok sederhana yang dinilai memiliki kontribusi nyata di lingkungan masing-masing, meski selama ini kerap luput dari perhatian publik.

‎“Kami ingin mencari orang-orang biasa dengan pengaruh luar biasa. Sama seperti sejarah berdirinya Waroeng Rakyat, yang lahir dari anak-anak muda sederhana tanpa prestasi mentereng, tetapi punya niat tulus untuk berkontribusi bagi Kuningan,” jelasnya.

‎Setelah masa pendaftaran resmi ditutup, seluruh nominator yang masuk baik melalui rekomendasi maupun pendaftaran mandiri akan memasuki tahap penilaian. Proses seleksi disebut akan dilakukan secara ketat dengan melibatkan pihak independen dan profesional.

‎Tak hanya melalui administrasi, para calon penerima penghargaan juga berpeluang mengikuti wawancara langsung guna memastikan objektivitas penilaian.

‎Dzikri menegaskan, pihaknya berkomitmen menjaga integritas selama proses seleksi berlangsung. Ia memastikan tidak ada ruang bagi praktik titipan ataupun intervensi dari pihak manapun.

‎“Seluruh proses penilaian akan dilakukan seobjektif mungkin dan benar-benar mengedepankan integritas,” tegasnya.

‎Ajang Pangajen Rakyat Pinunjul sendiri digadang-gadang menjadi ruang apresiasi alternatif bagi masyarakat akar rumput di Kabupaten Kuningan. Bukan sekedar penghargaan seremonial, kegiatan tersebut juga menjadi upaya menghadirkan teladan-teladan lokal yang selama ini bekerja dalam senyap untuk lingkungan dan masyarakatnya.