Dinas Pendidikan sebagai leading sector memegang peran kunci dalam mengorkestrasi berbagai agenda pendidikan agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Program Sekolah Keren, penguatan kurikulum lokal, inovasi pembelajaran, hingga pengembangan sumber daya pendidik semestinya berada dalam satu kerangka besar yang utuh dan berkelanjutan. Lebih jauh, kebangkitan Kabupaten Pendidikan tidak mungkin ditopang oleh birokrasi semata. Ia memerlukan keterlibatan perguruan tinggi, komunitas pendidikan, dan masyarakat sipil. Pendidikan adalah urusan peradaban, bukan sekadar administrasi.
Pendidikan menjadi tulang punggung kemajuan suatu daerah. Sense of awareness (kesadaran) tinggi pemerintah terhadap investasi peningkatan SDM inilah yang menjadi indicator kuat jika Kabupaten Pendidikan menjadi prioritas. Memang, investasi peningkatan SDM di bidang Pendidikan ini terlihat kurang popular dalam perspektif politik, akan tetapi power ini akan terus meningkat seiring perjalanan treatmen pemerintah terhadap kebijakan itu sendiri. Pendidikan justru akan menjadi jawaban besar terhadap kemajuan daerah dari berbagai sektor.
Pertumbuhan Lembaga Pendidikan di kabupaten Kuningan juga secara umum terus mengalami peningkatan. Hal ini menjadi nilai lebih Kuningan sebagai destinasi Pendidikan dengan penuh daya Tarik tersendiri. Maka konektivitas yang dirancang dalam kebijakan pemerintah menjadikan jembatan pengubung antar satu lini dengan lini lainnya bahwa Pendidikan tidak berjalan sendiri-sendiri di masing-masing Lembaga sesuai keingininan pengelola, akan tetapi design Pendidikan yang diimplementasikan pada level Lembaga Pendidikan di Kuningan menjadi satu kesatuan yang mendongkrak Daerah sebagai Kabupaten Pendidikan.
2026 menjadi tahun penuh optimistis dalam membangun Kembali Kuningan sebagai Kabupaten yang MELESAT. Tagline yang komperehensip ini menjadi nilai kuat bagaimana Langkah ke depan senantiasa dikawal oleh blue print Pembangunan ini, tidak sekedar gimik. Tagline MELESAT—Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh—harus menjadi poros utama yang menghidupkan seluruh nilai tersebut. Pendidikanlah yang memajukan, memberdayakan, melestarikan nilai, menumbuhkan karakter, dan membangun ketangguhan generasi.
Pada akhirnya, semua peluang itu selalu hadir di saat kita membangun persepsi positif. Kuningan tetap menjadi primadona jika dikelola dengan baik sesuai dengan regulasi yang terukur, pertanyaan yang perlu dijawab bersama bukan lagi apakah Kuningan memiliki potensi menjadi Kabupaten Pendidikan. Potensi itu nyata dan telah dimiliki. Pertanyaannya adalah: apakah kita siap menjadikan pendidikan sebagai identitas daerah, dan benar-benar membangkitkan kembali Kabupaten Pendidikan? Tetap optimis dan membangun kolaborasi tanpa sekat untuk Kuningan Bereputasi kelas Dunia.[]
Penulis : Dr. Nanan Abdul Manan, M.Pd.
Ketua ICMI ORDA Kuningan
Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan
