KUNINGAN – Tradisi solid olahraga bola basket 3×3 Kabupaten Kuningan kembali terjaga. Meskipun harus melewati babak kualifikasi yang ketat dan bahkan dijuluki sebagai “grup neraka,” tim putra dan putri Kuningan berhasil memastikan langkah mereka ke ajang bergengsi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat. Keberhasilan ini bukan sekedar lolos, melainkan penegasan kontinuitas pembinaan yang kini siap dibuktikan dengan perburuan medali.
Babak kualifikasi yang berlangsung di Tasikmalaya pada 23 hingga 26 Oktober 2025 itu menjadi ujian sesungguhnya. Tim Kuningan harus berhadapan dengan daerah-daerah yang menurunkan materi pemain mapan dan berpengalaman di level Jawa Barat. Namun, tekanan yang ada justru menghasilkan performa yang matang dan elegan.
Di nomor putra, Kuningan tergabung dalam Pool yang amat berat, bersaing ketat dengan Kota Cirebon, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bekasi, dan tuan rumah Kota Tasikmalaya. Konsistensi permainan, terutama yang ditunjukkan pada dua game awal kualifikasi, menjadi kunci krusial. Tim putra Kuningan berhasil menutup perjalanan mereka di posisi empat besar, cukup untuk mengamankan tiket Porprov.
Sementara itu, tim putri menunjukkan stabilitas yang lebih meyakinkan. Bertarung di Pool bersama Kota Depok, Sumedang, dan Kabupaten Bekasi, kolektivitas tim dan rotasi pemain yang efektif berhasil membuat Kuningan tetap berada di jalur aman hingga akhir kompetisi. Tim putri Kuningan menyelesaikan babak kualifikasi dengan finis di posisi tiga.
Keberhasilan ini disambut dengan ketenangan dan optimisme oleh Ketua Umum Perbasi Kabupaten Kuningan, Drs. H. Iman Nuryaman, M.A. Sejak awal, Iman yakin bahwa tradisi lolos yang telah dibangun sejak lama tidak boleh terputus.
