Cikalpedia
”site’s ”site’s
Opini

Ketika Uang Bicara, Semua Tak Berdaya

Foto: Istimewa

Oleh: Agus Ebreg – Posko Perjuangan Rakyat (Pospera)

Kuningan, tanah yang endah, selalu melesat ka jomantara di benak siapa pun yang menyebutnya. Setiap kali urang Kuningan berjumpa dengan orang kota, pertanyaan pertama hampir selalu sama: “Gunung Ciremai, nu aya wisata ala-ala Jepang itu, kumaha?”

Padahal Ciremai bukan sekadar gunung indah untuk swafoto. Ia adalah mesin kehidupan, penyangga ekosistem, dan penjaga air bagi rakyat Kabupaten Kuningan. Kawasan tinggi di sekelilingnya berfungsi sebagai spons alami: menyerap, menyaring, lalu melepaskan air secara perlahan sebagai cadangan air tanah dan mata air. Manfaat itu dirasakan oleh warga di lereng Ciremai hingga yang menikmati aliran PDAM di pusat kota.

Namun kini, beredarnya foto-foto mega proyek yang menjulur bak “ular raksasa” di kawasan Ciremai memunculkan gelombang keresahan. Ini bukan sekadar isu tata ruang. Ini sinyal bahaya yang kelak dapat berdampak serius bagi keselamatan masyarakat.

Kenapa Rakyat Lereng Resah?

Karena pembangunan tersebut berada di jantung resapan air, zona penyangga alami yang sangat vital. Mengutak-atik kawasan itu sama saja mempertaruhkan keselamatan warga di lereng dan sekitarnya—terutama dari ancaman bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, dan erosi.

Secara geografis, pergerakan air di bumi Kuningan bergantung pada Ciremai sebagai “mesin utama”. Ia menyerap lalu menyalurkan air ke berbagai arah secara perlahan. Namun bila kawasan itu terus digerus dalam skala besar, sangat mungkin akan terjadi longsoran perlahan, karena penyangga dan penyerap alami telah hilang. Air akan langsung menghantam permukaan, mempercepat erosi, dan melemahkan struktur tanah.

Ketika pembangunan menyentuh zona jalur alami aliran air, maka potensi bencana bukan lagi kemungkinan—melainkan keniscayaan.

Baca Juga :  Polres Kuningan Bongkar Tiga Modus Pencurian

Related posts

Isu Panas Mutasi Jilid II Mulai Bergulir, Mang Ewo Yakin Pejabat Profesional

Alvaro

Ini Rangkaian Milangkala Desa Jagara Ke 366 

Cikal

Raisha Nur Alzena, Penari Cilik yang Mencuri Perhatian Panggung Budaya

Alvaro

Leave a Comment