Cikalpedia
”site’s
Kuningan

Bahas Isu Strategis Daerah, Forum Rektor Kuningan Buka Bersama di Pendopo

KUNINGAN – Forum Rektor Kabupaten Kuningan menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Hadir secara langsung Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, Sekretaris Daerah, dan pejabat lainnya.

Pertemuan yang dilakukan, Minggu (8/3/2026), di Pendopo itu disebut sebagai upaya mempererat sinergitas antara Pemerintah Daerah dengan Perguruan Tinggi yang ada di Kuningan. Keseluruhan perwakilan kampus hadir yakni Uniku, Unisa, UM Kuningan, UBHI, STAIKu, Poltekes KMC,  Husnul Khotimah, dsn Al-Multazam.


‎Dalam kesempatan itu, Bupati Dian didampingi Wakil Bupati, Tuti Andriyani menyampaikan berbagai rencana pembangunan di tahun 2026. Mulai dari, angka kemiskinan, pengangguran, hingga penilaian investasi.

‎Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam pembangunan di Kuningan. Karena itu, untuk memajukan Kuningan membutuhkan sinergi lintas sektor, salah satunya pemerintah dengan kampus. Dosen dan mahasiswa, serta sumber daya kampus merupakan kekuatan untuk mendukung pembangunan daerah.

‎”Salah satu langkah yang sedang  disiapkan oleh kami yaitu pengembangan kawasan industri di wilayah Kuningan timur yang dirancang sebagai kawasan padat karya dan ramah lingkungan,” ujar Dian.

‎Sebagaimana diketahui, tahun 2026 ini Pemkab telah memproyeksikan potensi investasi di Kabupaten Kuningan. Bahkan, pihaknya telah mengajukan perbaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai pedoman bagi pemerintah dalam mengatur pemanfaatan ruang agar pembangunan berjalan terarah dan tidak merusak lingkungan.

‎”Ketika investasi sudah berjalan, pengangguran di Kuningan semakin menurun. Diperkirakan mampu menyerap hingga 30.000 tenaga kerja dalam tiga tahun kedepan. Mudah-mudahan ini menjadi upaya transformasi ekonomi daerah,” katanya.

‎Mengenai wacana tersebut, para pimpinan perguruan tinggi memberikan respon yang baik dan menyatakan siap berkontribusi dalam membantu pembangunan Investasi di Kuningan.

‎Seperti halnya disampaikan oleh Rektor Universitas Kuningan, Dr. Anna Fitri Hindriana. Menurutnya, untuk mengatasi kemiskinan Pemkab harus kembali berkolaborasi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Meski pernah dilaksanakan, pihaknya menilai program tersebut harus dilakukan secara konsisten.

‎”Dengan menggenjot melalui program KKN, mahasiswa bisa membantu validasi data kemiskinan ekstrem di 25 desa sasaran,” tuturnya.

‎Selain dari aspek ekonomi, Wakil Rektor Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI) Cecep Heriana, menyoroti isu ketahanan pangan, salah satunya program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, program unggulan Presiden Prabowo itu bisa melibatkan mahasiswa untuk mensosialisasikannya melalui pemanfaatan platform digital.

‎Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan, Dr. Wawang Anwarudin, mendorong penguatan tata kelola birokrasi yang berorientasi pada hasil guna. Hal itu menjadi penting untuk mendukung visi Kuningan Melesat. (Icu)

Baca Juga :  Bupati Dian Buka Pelatihan AI Ignition, Dorong UMKM Kuningan Beradaptasi