KUNINGAN – Peristiwa tragis terjadi di Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan. Seorang pemuda berinisial DR (20) ditemukan meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di dalam rumahnya, Kamis (21/5/2026), sore.

Kapolsek Lebakwangi, AKP Wawan Hermawan mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh kerabatnya setelah sejak pagi tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya. Pihak keluarga kemudian mencoba mengecek kondisi rumah korban.

“Awalnya ada keluarga yang merasa curiga karena korban tidak terlihat seharian. Saat dicek, pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam,” ujar Wawan, Jum’at, (22/5/2026) saat dikonfirmasi oleh Cikalpedia.id

Karena tak mendapat respons, keluarga kemudian memeriksa bagian belakang rumah. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tergantung menggunakan tali yang diikatkan pada roster di atas jendela rumah.

Polsek Lebakwangi menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 15.30 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal medis dan tim Inafis, korban diperkirakan telah meninggal lebih dari lima jam sebelum ditemukan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan luar bersama pihak medis dan Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun luka akibat benda tumpul,” katanya.

Menurut Wawan, luka lecet yang ditemukan pada bagian siku dan kaki diduga terjadi akibat gesekan saat korban meronta ketika melakukan aksi gantung diri.

Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sejumlah barang seperti rokok, air mineral, dan minuman energi di dalam kamar korban. Selain itu, terdapat sejumlah tulisan di dinding kamar yang diduga menggambarkan kondisi psikologis korban.

“Kalau dilihat dari tulisan-tulisan di kamarnya, ada indikasi korban mengalami tekanan batin atau frustrasi,” ungkapnya.

Dari hasil penelusuran sementara, korban diketahui tinggal hanya bersama adiknya yang masih bersekolah. Sementara kedua orang tuanya disebut sedang bekerja di luar negeri.

Polisi menduga faktor ekonomi dan kondisi keluarga menjadi salah satu latar belakang yang memengaruhi kondisi psikologis korban. Meski demikian, pihak kepolisian memastikan masih terus melakukan pendalaman terkait motif pasti peristiwa tersebut.

“Riwayat penyakit tidak ada. Dalam pergaulan sehari-hari juga dikenal biasa saja dan masih sering berkumpul dengan teman-temannya,” tambah Wawan.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.