KUNINGAN – Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar angkat bicara terkait program pemberangkatan umroh menggunakan anggaran daerah atau APBD. Menurutnya program tersebut disiapkan sebagai bentuk penghargaan kepada pihak-pihak yang dinilai berkontribusi di bidang pendidikan, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan.

Hal itu disampaikan usai pelantikan ratusan kepala sekolah tingkat TK, SD, dan SMP di SMPN 1 Jalaksana. Dian menjelaskan bahwa program umroh tahun ini diberikan secara bertahap kepada sejumlah penerima yang telah ditentukan.

“Anggaran umroh tahun ini kita berikan untuk guru pada peringatan Hari Guru kemarin. Kemudian untuk marbot masjid hasil lomba Dewan Masjid Indonesia. Nanti berangkatnya setelah Idul Adha,” ujarnya, Jum’at, (22/5/2026).

Selain itu, program serupa juga akan diberikan kepada para juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Juli mendatang. Tak hanya itu, tokoh masyarakat penerima Kuningan Award pada peringatan hari jadi Kabupaten Kuningan juga masuk dalam daftar penerima penghargaan umroh.

Bupati menepis anggapan bahwa program tersebut dilakukan tanpa dasar yang jelas. Ia menegaskan seluruh penerima dipilih berdasarkan kategori dan prestasi tertentu.

“Ada jelas kriterianya. Jelas,” tegasnya.

Sementara itu, Emup Muplihudin, selaku Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kuningan, menambahkan bahwa program umroh tersebut dialokasikan dari anggaran daerah sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah.

“Betul dari APBD. Sejenis penghargaan lah, apresiasi,” ujar Emup saat dikonfirmasi via telepon.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa total anggaran yang disiapkan adalah sebesar Rp180 juta yang diperuntukkan bagi 5 orang penerima.

Meskipun kuota dan anggaran sudah siap, Emup mengaku pihak Kesra belum mengantongi nama-nama pasti yang akan diberangkatkan untuk program tahun 2026. Hal itu, kata dia, dikarenakan proses seleksi, terutama untuk menjaring pemenang dari ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), masih harus menunggu hasil resmi perlombaan keluar.

“Ada lima orang yang udah daftar mah. Tapi namanya belum. Sabab nunggu, MTQ kan nunggu juaranya dulu,” jelasnya.

Kriteria penerima penghargaan tersebut dipastikan mencakup berbagai elemen masyarakat berprestasi, mulai dari guru berprestasi hingga marbot atau pengurus masjid yang memenangkan lomba di tingkat Dewan Masjid Indonesia (DMI)

Ketika disinggung mengenai isu miring yang beredar bahwa program umroh pada tahun 2025 kemarin ditunggangi kepentingan politik dan ikut memberangkatkan tim sukses (timses) bupati, Emup enggan berkomentar banyak dan menegaskan bahwa semua pihak berhak berasumsi.

“Saat 2025, siapapun orang kan bisa berpendapat lah. Persoalan dia timses atau bukan kan, ah tidak tahu juga saya kan gitu. Yang jelas bahwa yang bersangkutan itu memenuhi kriteria, gitu lah,” tutupnya.