
KUNINGAN – Kebakaran kandang ayam broiler kembali terjadi di Kabupaten Kuningan. Kali ini, sebuah kandang ayam milik Usman Nur Hidayat (37), warga Desa Karangmuncang, Kecamatan Cigandamekar, yang berlokasi di Blok Mantaja, Desa Sangkanmulya, Kecamatan Cigandamekar, hangus dilalap si jago merah, Sabtu (11/7/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 01.00 WIB oleh dua orang karyawan yang sedang berjaga di lokasi. Saat itu, kobaran api sudah membesar di dalam kandang yang baru dua hari diisi anak ayam atau day old chick (DOC).
Kedua karyawan bersama warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, tiupan angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat membesar hingga sulit dikendalikan.
Kasipem Desa Japara, Apang, yang menerima laporan dari warga segera mendatangi lokasi. Melihat kobaran api berpotensi merembet ke kandang ayam lain di sekitarnya, ia langsung menghubungi UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan untuk meminta bantuan.
Kepala UPT Damkar bersama sembilan personel Regu 3 kemudian bergerak menuju lokasi pada pukul 02.15 WIB dan tiba sekitar pukul 02.30 WIB. Proses pemadaman dan pendinginan menggunakan dua unit kendaraan pemadam berlangsung hingga pukul 05.00 WIB atau sekitar dua setengah jam.
Petugas pemadam mendapat bantuan dari anggota Polsek Cilimus, Koramil Cilimus, aparat desa, serta warga sekitar dalam mengendalikan kobaran api agar tidak menjalar ke bangunan lain.
Berdasarkan hasil pendataan di lokasi, sekitar 300 ekor DOC berhasil diselamatkan. Sementara sebagian besar isi kandang tidak dapat diselamatkan akibat cepatnya penyebaran api.
Petugas juga melakukan pengumpulan keterangan dari saksi-saksi. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh mesin penghangat kandang yang digunakan untuk menjaga suhu anak ayam.
Akibat kejadian tersebut, bangunan kandang dua lantai berukuran 50 x 8 meter hangus terbakar. Selain itu, sekitar 10.700 ekor DOC, satu ton pakan ayam, serta ratusan wadah pakan dan nipel ikut musnah.
”Total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp479 juta. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujar Andri Arga Kusuma selaku Kepala UPT Damkar Kuningan.
Lebih lanjut, Ia mengungkapkan proses pemadaman sempat mengalami kendala karena sumber air berada cukup jauh dari lokasi. Selain itu, kata dia, kondisi angin yang kencang juga membuat pihaknya harus bekerja ekstra hati-hati selama proses pemadaman.
”Petugas membutuhkan waktu lebih lama untuk menyuplai air karena sumber airnya cukup jauh,” katanya.
Melalui peristiwa tersebut, Ia mengimbau agar masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada instalasi listrik, penggunaan alat pemanas, kompor, maupun sumber api lainnya.
”Untuk mengantisipasi memang harus menyediakan saran proteksi kebakaran seperti alat pemadam api ringan (APAR) dan tandon air,” tutupnya.




