KUNINGAN – Udara pagi di Desa Garawangi masih terasa sejuk ketika rombongan pesepeda memasuki wilayah kecamatan itu, Jumat (17/7/2026). Di barisan depan tampak Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar bersama Wakil Bupati Tuti Andriani dan Sekretaris Daerah U. Kusmana mengayuh sepeda menyusuri jalan-jalan desa.

Namun, kegiatan itu bukan sekadar olahraga bersama atau agenda seremonial pemerintah daerah. Gowes menjadi pintu masuk bagi jajaran Pemkab Kuningan untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus menyerap persoalan yang selama ini luput dari laporan di atas meja.

Program tersebut dikemas dalam gerakan BERSEPEDA, akronim dari Bersih, Sehat, Peduli, dan Damai. Melalui gerakan ini, pemerintah ingin membangkitkan kembali semangat gotong royong sekaligus mendorong kepedulian warga terhadap lingkungan dan persoalan sosial di sekitarnya.

“Jangan menyerahkan seluruh urusan kepada pemerintah. Menjaga lingkungan dan peduli terhadap sesama merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Dian di hadapan aparatur desa dan masyarakat.

Selama menyusuri Desa Garawangi, Dian menilai lingkungan desa sudah tertata cukup baik. Meski demikian, ia mengingatkan agar kebersihan lingkungan tetap dijaga secara konsisten, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga yang masih menjadi persoalan di banyak wilayah.

Menurutnya, persoalan sampah tidak boleh dipandang sebagai urusan kecil. Jika diabaikan, dampaknya bisa merembet pada masalah kesehatan maupun kualitas lingkungan permukiman.

Dalam kesempatan itu, Dian juga menyampaikan pesan kepada para camat, kepala desa, dan seluruh aparatur kewilayahan agar lebih aktif memantau kondisi masyarakat. Ia meminta mereka tidak hanya menunggu laporan, tetapi turun langsung memastikan tidak ada warga yang terlewat dari perhatian pemerintah.

Ia menegaskan masih banyak persoalan sosial yang membutuhkan respons cepat, mulai dari warga lanjut usia yang hidup sendiri, rumah tidak layak huni, anak putus sekolah, hingga masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan.

“Saya tidak ingin lagi melihat ada warga lanjut usia terlantar, rumah roboh yang dibiarkan, anak putus sekolah karena biaya, atau masyarakat yang tidak mampu berobat tanpa ada perhatian dari aparat setempat. Kita harus saling membantu agar tidak ada satu pun warga yang tertinggal dari hasil pembangunan,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Kuningan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Bantuan logistik dan santunan diserahkan langsung kepada sejumlah penerima yang telah terdata.

Kuwu Garawangi, Hasmidi, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda secara bersamaan memberikan semangat baru bagi pemerintah desa dan masyarakat.

Ia mengatakan, selama ini Desa Garawangi juga rutin melaksanakan program Jumat Bersih (Jumsih), sehingga gerakan BERSEPEDA dinilai selaras dengan upaya yang telah berjalan di tingkat desa.

“Kehadiran pimpinan daerah menjadi motivasi bagi kami. Ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya dibicarakan di kantor, tetapi juga dilihat langsung dari desa. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan, BERSEPEDA bukan hanya agenda olahraga mingguan. Program ini menjadi ruang untuk memastikan pelayanan publik tetap menyentuh masyarakat, sekaligus mengingatkan bahwa persoalan sosial hanya bisa diselesaikan jika pemerintah dan warga bergerak bersama. ***