KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi menetapkan identitas visual atau logo Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan Tahun 2026. Logo 01 karya Ligar Fajar Maulana dinobatkan sebagai logo resmi Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan.

Penetapan itu dilakukan setelah melalui serangkaian tahapan seleksi yang melibatkan kurator profesional, panelis lintas disiplin, hingga partisipasi masyarakat melalui Public Online Voting.

‎Penetapan logo tersebut merupakan hasil dari proses yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bekerjasama dengan Dewan Kebudayaan dan Ekraf Kuningan.

Proses tersebut dirancang tidak hanya untuk menghasilkan desain yang berkualitas, tetapi juga memberikan ruang partisipasi publik dalam menentukan identitas visual daerah.

‎Koordinator kegiatan, Azhar N. Ahdiyat, menjelaskan bahwa seluruh tahapan telah dilaksanakan secara profesional dan transparan, mulai dari penyusunan design brief, open call portofolio, seleksi dan kurasi peserta, proses perancangan oleh desainer terpilih, presentasi final di hadapan panelis, hingga Public Online Voting yang berlangsung pada 20–22 Juli 2026.

‎”Dalam mekanisme penilaian, bobot penilaian terdiri atas 60 persen dari panelis dan 40 persen dari hasil voting publik. Skema ini dirancang untuk menjaga keseimbangan antara kualitas konseptual sebuah karya dengan penerimaan masyarakat,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).

‎Antusiasme masyarakat dalam proses pemilihan logo pun tergolong tinggi. Sebanyak 821 suara sah tercatat selama masa voting. Logo 01 memperoleh 469 suara (57,1 persen), disusul Logo 03 dengan 210 suara (25,6 persen), dan Logo 02 sebanyak 142 suara (17,3 persen).

‎Hasil voting tersebut kemudian dipadukan dengan penilaian lima panelis. Berdasarkan rekapitulasi akhir, Logo 01 karya Ligar Fajar Maulana meraih nilai 92,56 dan menempati peringkat pertama. Posisi kedua ditempati Logo 03 karya Geral Dwi Cahyo dengan nilai 71,55, sementara Logo 02 karya M. Alfiq Haikal memperoleh nilai 64,31.

‎Azhar menegaskan bahwa Public Online Voting bukan sekedar ajang mencari karya terpopuler, melainkan bentuk pelibatan masyarakat terhadap desain-desain yang sebelumnya telah lolos proses kurasi profesional.

‎”Hasil akhir ditentukan melalui kombinasi penilaian panelis sebesar 60 persen dan dukungan masyarakat sebesar 40 persen. Mekanisme ini menjaga keseimbangan antara kualitas konseptual dan penerimaan publik,” katanya.

‎Ia menilai tingginya partisipasi masyarakat menjadi indikator positif tumbuhnya rasa memiliki terhadap identitas visual daerah. Menurutnya, sebanyak 821 suara yang masuk menunjukkan masyarakat memberikan perhatian terhadap proses penentuan simbol Hari Jadi Kabupaten Kuningan.

‎”Identitas visual akan memiliki makna yang lebih kuat ketika lahir melalui proses yang transparan, akuntabel, dan melibatkan publik,” tambahnya.

‎Pada tahap finalisasi, logo terpilih juga mengalami penyempurnaan pada aspek tipografi atau wordmark untuk memperkuat keselarasan visual tanpa mengubah konsep maupun filosofi utama yang telah dirancang oleh desainer.

‎Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, selaku Ketua Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh finalis, panelis, serta masyarakat yang telah berpartisipasi dalam setiap tahapan penyelenggaraan.

‎Menurutnya, tingginya keterlibatan berbagai pihak membuktikan bahwa pengembangan identitas visual daerah dapat dilaksanakan secara profesional, terbuka, transparan, dan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan.