
KUNINGAN – Universitas Kuningan terus berkomitmen membangun sistem pendidikan tinggi berkualitas. Kali ini, upayanya itu diperkuat dengan studi banding ke Universitas Utara Malaysia.
Kegiatan dilaksanakan hybrid, pada Jum’at (21/8/2026). Pada kesempatan itu bertemu unsur penjaminan mutu dari kedua perguruan tinggi dan berbagi praktik baik dalam bidang akademik, akreditasi, hingga pengelolaan sistem penjaminan mutu internal. Tidak hanya Uniku, pihak malaysia juga sama-sama mengambil pelajaran dari dinamika kampus Kuningan.
Kepala LPM Universitas Kuningan, Dr. Fahmi Yusuf, mengapresiasi PPQA UUM yang terbuka berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan penjaminan mutu, khususnya pada bidang akademik dan akreditasi. Menurutnya, kesempatan berdiskusi langsung dengan institusi yang telah memiliki pengalaman dalam pengelolaan mutu menjadi bekal penting bagi Uniku untuk terus melakukan pengembangan sistem secara berkelanjutan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Universiti Utara Malaysia, khususnya PPQA UUM, yang telah berkenan berbagi ilmu dan pengalaman dalam pelaksanaan penjaminan mutu. Bagi kami, praktik baik yang diperoleh melalui kegiatan ini menjadi pembelajaran penting untuk terus meningkatkan kualitas sistem penjaminan mutu,” ungkapnya.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Kuningan, Dr. Toto Supartono, yang mengikuti kegiatan secara daring, berharap pertemuan tersebut menjadi pintu masuk lahirnya kolaborasi yang lebih konkret di masa mendatang.
Ia menilai kerja sama penjaminan mutu perlu dikembangkan tidak hanya melalui forum diskusi, tetapi juga dalam berbagai program implementatif yang mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas akademik kedua perguruan tinggi.
“Mudah-mudahan, kerjasama penjaminan mutu antara Universitas Kuningan dan Universiti Utara Malaysia dapat terus berlanjut dan dikembangkan dalam kegiatan-kegiatan implementatif berikutnya, sehingga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu akademik kedua institusi,” ujarnya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh tiga perwakilan LPM Universitas Kuningan secara langsung ke Malaysia, termasuk Kepala LPM. Sedangkan sekitar 40 peserta lainnya yang terdiri dari Gugus Penjaminan Mutu (GPM), Gugus Kendali Mutu (GKM), serta kepala divisi penjaminan mutu PPQA UUM mengikuti jalannya kegiatan secara daring.
Melalui benchmarking tersebut, Uniku tidak hanya memperluas wawasan mengenai sistem penjaminan mutu di perguruan tinggi internasional, tetapi juga memperkuat jejaring kelembagaan dengan Universiti Utara Malaysia sebagai mitra strategis dalam pengembangan budaya mutu.
Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan berkembang menjadi berbagai program bersama dalam penguatan mutu akademik, peningkatan akreditasi, serta implementasi sistem penjaminan mutu yang adaptif terhadap dinamika pendidikan tinggi nasional maupun global.





